Berita

sby/ist

Pengamat: Presiden Yudhoyono Benar-benar Kalap!

JUMAT, 23 MARET 2012 | 21:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar kalap. Di tengah penolakan mahasiswa dan elemen masyarakat terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Presiden Yudhoyono malah memilih berada di luar negeri, melakukan kunjungan ke negara-negara di Asia Timur.

"SBY sedang dalam keadaan ketakutan. Dia kalap betul, benar-benar paranoid," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 23/3).

Pengerahan pasukan TNI ke Istana Negara, bagi Iberamsjah,  jadi bukti lain bahwa Presiden Yudhoyono benar-benar paranoid. Jelas-jelas pengerahan TNI untuk mengatasi demo melanggar undang-undang, tapi tetap saja dilakukan.


"Ngapain TNI di Istana. Tupoksi mereka perang. Ini berarti SBY takut polisi tidak sanggup mengatasi demo. TNI digunakan untuk mengamankan kepentingan SBY," imbuhnya.

Sebaliknya, saran Iberamsjah, Presiden Yudhoyono sebaiknya menghadapi, kalau perlu turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan rakyat. Tanyakan kepada mereka apa setuju kalau BBM dinaikkan. Jangan takut

"Kalau turun ke lapangan, SBY tidak akan dibunuh oleh rakyat," tandas Iberamsjah.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya