Pria yang dijuluki "The Gentleman of Football" karena karakter bermainnya yang tenang ini tewas secara tragis di Medellín pada 2 Juli 1994, tak lama setelah perhelatan Piala Dunia di Amerika Serikat berakhir.
Lahir pada 13 Maret 1967, Escobar adalah pilar generasi emas timnas Kolombia bersama Carlos Valderrama.
Namun, karier cemerlangnya yang dimulai dari Atlético Nacional hancur seketika akibat gol bunuh diri saat melawan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994 yang menyebabkan Kolombia tersingkir dari fase grup.
Meski timnya kalah, Escobar tetap menunjukkan kelasnya dengan menulis kolom di surat kabar lokal, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan melihat sepak bola sekadar sebagai bagian dari kehidupan.
Sayangnya, pesan damai itu tidak meredam amarah pelaku kriminal. Pada sebuah malam di Medellín, Escobar terlibat adu mulut dengan sekelompok pria yang mengejek penampilan buruknya di turnamen.
Enam tembakan dilepaskan dari kursi kemudi sebuah mobil, mengakhiri hidup bek berusia 27 tahun tersebut. Saksi mata menyebutkan bahwa pelaku sempat berteriak "Gol!" setiap kali menekan pelatuk, sebuah ejekan keji atas gol bunuh diri yang pernah dicetak Escobar.
Penyelidikan mengungkap bahwa eksekusi ini dilakukan oleh pengawal pribadi anggota kartel narkoba yang diduga merasa dirugikan secara finansial akibat taruhan judi.
Hari ini, kisah tragis "The Gentleman" tetap dikenang sebagai pengingat keras akan bahaya kekerasan ekstrem yang membayangi para atlet.
Di tengah euforia Piala Dunia 2026, kasus Escobar menjadi dorongan penting bagi dunia internasional untuk memastikan perlindungan fisik dan kesehatan mental para atlet tidak lagi diabaikan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: