Konser yang dihadiri ribuan penonton dari berbagai daerah hingga mancanegara itu dinilai tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia, tetapi juga memperkuat promosi Borobudur sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, penyelenggaraan konser di situs warisan budaya sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 tentang pemajuan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
"Ya, tentu kita sangat senang satu kegiatan atau festival atau konser budaya yang bisa memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia. Dan ini sesuai dengan amanat konstitusi bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, itu Pasal 32 ayat (1)," kata Fadli Zon kepada wartawan, Senin, 2 November 2026.
Fadli berharap konser Andrea Bocelli dan musisi internasional lainnya dapat meningkatkan popularitas Borobudur di mata dunia sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk menikmati wisata budaya Indonesia.
"Kita harapkan juga akan menjadi satu promosi destinasi bagi wisata budaya. Orang-orang di dunia internasional akan semakin banyak yang datang dan tentu Borobudur juga akan semakin menjadi salah satu tujuan wisata budaya itu. Hal ini kan memang dilakukan juga oleh Bocelli di berbagai situs-situs budaya dunia lainnya, ya," ujarnya.
Fadli juga mendorong penyelenggaraan konser serupa di berbagai situs budaya Indonesia dengan melibatkan seniman lokal. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pertunjukan musik, tari, seni pertunjukan, hingga pameran kebudayaan.
"Kita berharap juga akan mungkin ada penyanyi-penyanyi internasional lain yang bisa melakukan konser dan sebagai bagian dari promosi budaya kita juga. Tentu berkolaborasi dengan para penyanyi kita, dengan tari-tarian, seni pertunjukan kita, dan juga berbagai kegiatan ikutannya, pamerannya," tuturnya.
Menurut Fadli, keterlibatan seniman dan masyarakat sekitar penting agar penyelenggaraan kegiatan berskala internasional tidak hanya berdampak pada promosi budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Ia menegaskan, pemanfaatan cagar budaya untuk kegiatan seni dan budaya merupakan bagian dari pengembangan ekonomi budaya yang perlu diperkuat melalui kolaborasi seniman Indonesia, seniman internasional, pemerintah, dan sektor swasta.
"Jadi ini sejalan, ya, pemanfaatan cagar budaya untuk kegiatan seni budaya, dan ini menurut saya bagian dari satu ekonomi budaya yang penting ke depan. Kita berharap kolaborasi antara seniman Indonesia, seniman internasional, dan juga antara pemerintah dan private sector, dan kita mendukung private sector yang mempromosikan budaya kita," katanya.
Fadli menambahkan, konser Andrea Bocelli juga memberikan dampak positif bagi ekosistem seni, ekonomi kreatif, dan pariwisata, khususnya wisata budaya.
"Dan tentu saja juga, pertunjukan seperti konser Bocelli ini memberi dampak bagi ekosistem seni, ya, dalam hal ini musik, kemudian juga wisata, pariwisata, wisata budaya, dan ekonomi budaya," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026.
BERITA TERKAIT: