Konser Andrea Bocelli di Borobudur Bawa Pesan Perdamaian untuk Palestina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 02 November 2026, 12:12 WIB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Bawa Pesan Perdamaian untuk Palestina
Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tak hanya menjadi perayaan musik klasik. 

Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, itu juga menjadi momentum menyuarakan solidaritas bagi anak-anak korban konflik, khususnya di Palestina.

Pesan kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui inisiatif penggalangan dana yang digagas promotor Shoemaker Live dalam rangkaian konser Andrea Bocelli di Indonesia.

Melalui program tersebut, Shoemaker Live menargetkan penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik.

Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang harus menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat perang.

Konser yang berlangsung di Taman Lumbini dengan latar kemegahan Candi Borobudur itu tidak hanya menghadirkan pengalaman musikal, tetapi juga membawa pesan solidaritas melampaui batas negara.

“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya.

Menurut Prajna, Andrea Bocelli juga ingin menyampaikan harapan akan perdamaian bagi masyarakat yang masih terdampak konflik. Salah satu lagu dalam pertunjukan tersebut didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Penampilan Andrea Bocelli menjadi pengalaman istimewa bagi para penonton yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Dengan membawakan sejumlah lagu dari album Romanza serta repertoar klasik dan crossover yang melambungkan namanya di panggung musik internasional, Bocelli menghadirkan pertunjukan dengan latar salah satu situs warisan budaya dunia.

Salah seorang penonton asal Jakarta, Eva Puspita Sari, mengaku sengaja datang ke Magelang untuk menyaksikan penampilan Andrea Bocelli. Eva tiba di Yogyakarta pada Jumat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang untuk menghadiri konser tersebut.

“Aku senang banget bisa datang ke konser Andrea Bocelli di 30th anniversary-nya, di salah satu keajaiban dunia di Borobudur,” ujar Eva di lokasi.

Eva mengaku menyaksikan Andrea Bocelli secara langsung di kawasan Candi Borobudur menjadi pengalaman yang telah lama dinantikannya. Ia menilai kemegahan candi menghadirkan suasana berbeda dibandingkan konser yang digelar di gedung pertunjukan. Eva juga menyebut Vivo per Lei sebagai salah satu lagu favoritnya.

Pengalaman serupa dirasakan Astrid, penonton asal Jakarta. Ia mengaku tertarik menghadiri konser karena ingin menikmati perpaduan musik internasional dengan kekayaan budaya Indonesia.

“Aku sangat terkesan. Ternyata Borobudur bisa membuat konser sedemikian rupa sehingga kita nyaman, bahkan dari masuk, datang sampai kita masuk ke venue-nya sangat nyaman,” ungkap Astrid.

Bagi Astrid, konser tersebut bukan hanya menghadirkan kualitas vokal Andrea Bocelli, tetapi juga pengalaman menikmati musik di tengah kemegahan warisan budaya Indonesia. Ia menyebut The Prayer sebagai salah satu karya Bocelli yang paling berkesan baginya.

Di balik kemeriahan konser, penampilan Andrea Bocelli di Indonesia sebelumnya menuai penolakan dari sejumlah pihak terkait dugaan kedekatannya dengan Israel.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap Palestina tidak berubah, yakni menolak penjajahan, menentang Zionisme, dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Saya kira posisi Indonesia itu jelas, kita ini anti terhadap penjajahan, anti-Zionisme, dan saya kira kita sangat mendukung negara Palestina merdeka dan kita kira gak ada yang berubah dari sikap itu,” ujar Fadli dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta.

Fadli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi. Informasi yang tidak akurat maupun hoaks berpotensi memperkeruh polemik yang berkembang di masyarakat.

Pihak promotor telah menyampaikan komitmen kepedulian terhadap anak-anak korban perang dan tragedi kemanusiaan, termasuk anak-anak Palestina.

“Belum tentu akurat gitu ya, apalagi hoaks. Sangat mudah sekali tersebar dari informasi yang gak benar. Saya kira informasi ini harus kita dudukkan dahulu, dan kalau dari penjelasan (promotor) sejauh ini, pihak yayasannya itu mengatakan mereka juga mendukung kepada anak-anak yang jadi korban perang dan kemanusiaan termasuk anak-anak Palestina,” ucapnya.

Fadli mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Andrea Bocelli tidak menunjukkan dukungan terhadap Zionisme.

“Kecuali memang dia jelas mendukung Zionisme, setahu saya tidak ada dukungan terhadap Zionisme dari pihak Andrea Bocelli. Mereka sudah menyampaikan itu, gak ada dukungan terhadap itu,” tegasnya.

Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan rangkaian konsernya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Dua pertunjukan Andrea Bocelli di Indonesia tersebut diproyeksikan menarik sekitar 16.000 penonton. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA