Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi dengan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob.
"Total 26 orang yang diamankan," kata Kombes Bismo usai penggerebekan di Kampung Bahari, Minggu, 1 November 2026.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba, mulai dari sabu, ganja, hingga ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan mesin pencetak ekstasi, senjata api, senjata tajam, bong atau alat isap, serta uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan narkoba.
"Juga ditemukan senpi, ya, senpi. Ditemukan senpi juga, ya," ujar Kombes Bismo.
Kombes Bismo menjelaskan, dari empat orang yang diamankan di lokasi awal, tiga di antaranya merupakan pengguna narkoba. Sementara satu orang lainnya diduga sebagai pemilik barang dan akan didalami lebih lanjut oleh penyidik.
"Ada tiga pengguna, yang satu dia ada pemilik barang. Nanti kita akan lakukan pendalaman," jelasnya.
Dalam penggerebekan itu, polisi juga mendapat perlawanan. Namun, Kombes Bismo memastikan hal tersebut tidak mengganggu fokus petugas dalam menjalankan operasi.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," katanya.
Kombes Bismo menegaskan, polisi akan terus melakukan operasi lantaran aktivitas transaksi narkoba di lapak-lapak sepanjang rel kereta api Kampung Bahari masih berlangsung. Petugas juga akan mengejar bandar narkoba yang terlibat.
"Oleh karena itu kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," tegas Kombes Bismo.
Selain itu, polisi berencana membongkar lapak-lapak yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba agar tidak kembali disalahgunakan.
"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: