Kadin Nilai Kepercayaan Pengusaha Menguat di Dua Tahun Pertama Prabowo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 01 November 2026, 09:56 WIB
Kadin Nilai Kepercayaan Pengusaha Menguat di Dua Tahun Pertama Prabowo
Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kepercayaan kalangan pengusaha terhadap prospek perekonomian nasional semakin menguat selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Indikasi tersebut terlihat dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun, dengan kontribusi investasi domestik lebih dari separuh total investasi nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, tingginya kontribusi investasi dalam negeri menunjukkan besarnya peran pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam laporannya pada acara Taklimat Presiden kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Selain menopang industri yang sudah berkembang, Anindya menyebut dunia usaha juga siap mengambil bagian dalam pengembangan sektor industri masa depan. 

Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar antara lain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center), terutama karena memiliki peluang pemanfaatan komponen lokal.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuhnya.

Anindya turut menekankan bahwa sektor swasta memiliki ruang kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. 

Dia menjelaskan, sekitar 85 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di luar porsi APBN, sehingga dunia usaha diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang bagi pengusaha daerah untuk berkembang dan naik kelas.

"Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.

Lebih lanjut, Anindya menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap memperlihatkan daya tahan di tengah berbagai tekanan global. 

Ketua Kadin itu bahkan menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF). 

“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA