Hal itu disampaikan praktisi kepelabuhanan Bambang Sabekti berdasarkan pengalamannya berkutat dalam bisnis pelabuhan. Proyeksi tersebut juga didasarkan pada realisasi laba semester I 2026 sebesar Rp2,57 triliun, meningkat 60,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dengan capaian tersebut, Pelindo telah membukukan lebih dari separuh angka Rp5 triliun hanya dalam enam bulan pertama,” kata Bambang dalam pesan elektronik kepada
RMOL di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.
Lanjut dia, dasar proyeksi berikutnya adalah karakter musiman bisnis pelayaran, kepelabuhanan, dan logistik. Semester II umumnya mendapat dorongan dari peak season perdagangan dan distribusi menjelang akhir tahun, termasuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru serta pengisian persediaan untuk awal tahun berikutnya.
“Peningkatan aktivitas ini berpotensi mendorong pendapatan dari pelayanan kapal, bongkar muat barang, terminal peti kemas dan nonpeti kemas, serta jasa logistik lainnya,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, untuk mencapai laba di atas Rp5 triliun, Pelindo perlu membukukan laba lebih dari Rp2,43 triliun pada semester II.
“Angka ini masih sejalan dengan capaian semester I, sehingga target tersebut memiliki dasar yang masuk akal, terutama jika pola musiman mendukung peningkatan kegiatan usaha dan biaya operasional tetap terkendali,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Bambang, realisasi laba akhir tahun tetap bergantung pada perkembangan pendapatan, efisiensi operasional, dan beban usaha selama semester II.
“Karena laporan kuartal III belum tersedia, proyeksi ini bertumpu pada laporan semester I dan pola musiman industri, bukan pada hasil keuangan semester II yang sudah terealisasi,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: