Wall Street Ambruk Tertekan Saham Teknologi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 31 Oktober 2026, 07:41 WIB
Wall Street Ambruk Tertekan Saham Teknologi
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan penurunan tajam setelah investor mulai mempertanyakan besarnya dana yang digelontorkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI).

Pafa penutupan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan anjlok 2,86 persen ke level 25.437. Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak 5 Juni 2026. Sementara itu, S&P 500 turun 1,82 persen ke posisi 7.580,07 dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,09 persen menjadi 51.770,31.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi setelah Intel dan Amazon melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan. Saham Intel menjadi salah satu yang paling terpukul dengan terjun 28,6 persen. Penurunan tersebut terjadi setelah perusahaan mengungkapkan besarnya pengeluaran kas.

Pelemahan juga menjalar ke sektor semikonduktor. Saham Nvidia turun 4,2 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) anjlok 10,9 persen. Produsen perangkat dan server juga mengalami tekanan, dengan Dell merosot 10,8 persen dan HP turun 9,6 persen.

Aksi jual tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap investasi besar-besaran di bidang AI. Pasar mulai menuntut bukti bahwa belanja teknologi yang terus meningkat benar-benar mampu menghasilkan keuntungan dalam waktu yang sepadan.

Secara mingguan, ketiga indeks utama Wall Street sama-sama berakhir di zona merah. S&P 500 dan Nasdaq juga membukukan penurunan sepanjang Oktober, sedangkan Dow Jones masih mampu mencatatkan kenaikan bulanan.

Di luar sektor teknologi, saham perusahaan energi justru bergerak menguat. Exxon Mobil naik 2,2 persen dan Chevron menguat 2,8 persen setelah keduanya melaporkan laba kuartalan yang melampaui perkiraan analis. Kinerja tersebut didukung peningkatan margin keuntungan akibat gangguan pasokan energi di tengah konflik AS-Israel dengan Iran serta perang Rusia-Ukraina.

Sementara itu, saham perusahaan yang berkaitan dengan mata uang kripto ikut tertekan setelah muncul laporan pencurian aset senilai 6,3 miliar Dolar AS dari Binance, bursa kripto terbesar di dunia. Saham Coinbase, Strategy, dan Robinhood masing-masing turun dalam kisaran 7,2 hingga 10,6 persen.

Hingga perdagangan Jumat berakhir, tekanan jual terlihat meluas. Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang turun hampir 1,8 kali lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Di Nasdaq, perbandingannya bahkan mencapai sekitar 3 banding 1.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA