Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ayu Rahmawati mengatakan, program KNMP dirancang untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dalam satu kawasan.
Sejumlah fasilitas disiapkan, di antaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, cold storage, dermaga, bengkel kapal, hingga sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Menurut Ayu, integrasi fasilitas tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional nelayan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan. Dengan dukungan penyimpanan dingin, ikan dapat dipertahankan mutunya sehingga memiliki nilai jual lebih baik di pasaran.
"Dampaknya mulai terlihat. Sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53 persen per 2 Oktober 2026," ujar Ayu dikutip pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pembangunan KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ekosistem usaha perikanan secara menyeluruh. Tidak hanya menyediakan sarana produksi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat penyimpanan dan memperluas akses pemasaran hasil tangkapan.
Dengan fasilitas yang terintegrasi, nelayan diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga memperoleh dukungan dalam menjaga mutu dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
BERITA TERKAIT: