Capaian tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan telah memenuhi 75,4 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan laporan tersebut usai melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 itu mencapai Rp528,7 triliun. Sehingga, total investasi dari Januari sampai September 2026 totalnya adalah Rp1.539,2 triliun," terang Rosan.
Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen.
Singapura menjadi investor asing terbesar dengan nilai 14 miliar dolar AS, disusul Hong Kong sebesar 12,8 miliar dolar AS, Tiongkok 5 miliar dolar AS, Amerika Serikat 3,4 miliar dolar AS, dan Jepang 2,6 miliar dolar AS.
"Jika (nilai) Hong Kong dan Tiongkok digabung, maka (realisasi investasi) mereka akan lebih besar dari Singapura," jelas dia.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa yang mencatat Rp759,8 triliun atau 49,4 persen.
Rosan juga mengungkapkan, Jawa Barat menjadi tujuan utama PMA dengan nilai Rp139,2 triliun, disusul Sulawesi Tengah Rp110 triliun, Maluku Utara Rp91,9 triliun, DKI Jakarta Rp89,1 triliun, dan Kalimantan Barat Rp42,7 triliun.
Secara keseluruhan, investasi selama periode tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja.
Selain itu, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp480 triliun atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 31,2 persen terhadap total investasi nasional.
Hilirisasi mineral mendominasi dengan nilai Rp335,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.
BERITA TERKAIT: