581 Ribu WNI Arab Saudi Diminta Waspada dan Jauhi Bandara King Khalid

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 12 Oktober 2026, 09:16 WIB
581 Ribu WNI Arab Saudi Diminta Waspada dan Jauhi Bandara King Khalid
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah (Foto: Kemlu RI)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau 581 ribu warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya luka-luka.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam pernyataan tertulis yang dikutip Senin, 12 Oktober 2026, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. 

Berdasarkan informasi otoritas setempat, korban meninggal dunia terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Namun, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi. 

KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau sejumlah rumah sakit di Riyadh serta sekitarnya untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak.

“KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat,” kata Heni.

WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi juga diimbau memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing serta mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh. 

Serangan tersebut turut menyebabkan penghentian sementara operasional bandara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan.

Berdasarkan data resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diterima KBRI Riyadh, jumlah WNI di negara tersebut mencapai 581 ribu orang. 

Rinciannya, sebanyak 351.070 orang merupakan WNI residen atau pemegang izin tinggal (iqamah), sedangkan 229.930 lainnya merupakan pengunjung atau pemegang visa ziarah.

Kemlu RI memastikan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi untuk memberikan pelayanan kekonsuleran dan pelindungan WNI. Warga Indonesia yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan KJRI Jeddah di nomor +966 503609667. 

“Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi," pungkas Heni.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA