Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 10 Oktober 2026, 08:05 WIB
Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau setelah investor mulai mengalihkan perhatian ke sejumlah agenda ekonomi penting pekan depan. 

Laporan keuangan perusahaan untuk kuartal III-2026 dan data inflasi Amerika Serikat (AS) akan menjadi penentu arah pasar, terutama dalam membaca langkah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 423,31 poin atau 0,83 persen ke level 51.654,95. 
Indeks S&P 500 menguat 0,59 persen menjadi 7.811,51, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,64 persen ke posisi 27.366,17. Ketiga indeks utama tersebut juga mencatatkan kenaikan sepanjang pekan.

Meski demikian, penguatan pasar berlangsung di tengah ketidakpastian geopolitik, terutama terkait perang Iran. Perubahan sentimen akibat perkembangan situasi di Timur Tengah membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) masih menjadi penopang pasar. ETF Roundhill Magnificent Seven, yang berisi saham-saham perusahaan teknologi raksasa, naik sekitar 1 persen. Investor masih melihat potensi pertumbuhan jangka panjang dari perkembangan teknologi AI, terutama bagi perusahaan semikonduktor.

Namun, saham sektor telekomunikasi justru tertekan setelah SpaceX milik Elon Musk mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum frekuensi rendah yang mencakup wilayah nasional AS. Kesepakatan tersebut berpotensi meningkatkan persaingan di industri layanan nirkabel. Saham T-Mobile US, AT&T, dan Verizon masing-masing merosot antara 8,8 persen hingga 13,3 persen.

Saham Apple juga turun 1,1 persen setelah muncul laporan bahwa perusahaan meminta sejumlah pemasok mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang baru diluncurkan. Kenaikan biaya cip memori dan harga jual yang lebih tinggi disebut turut membebani permintaan konsumen.

Pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada laporan keuangan sejumlah bank besar AS, termasuk JPMorgan Chase, Wells Fargo, Goldman Sachs, Citigroup, Bank of America, dan Morgan Stanley. 
Secara keseluruhan, analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 30,6 persen secara tahunan pada kuartal III-2026. Sektor energi dan teknologi diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi, masing-masing sebesar 123 persen dan 66,5 persen, berdasarkan data LSEG.
Selain laporan keuangan, data inflasi AS akan menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, memburuknya sentimen konsumen AS menambah tantangan bagi prospek ekonomi. 

Mengingat belanja konsumen menyumbang sekitar 70 persen aktivitas ekonomi AS, perkembangan daya beli masyarakat akan menjadi salah satu indikator penting yang dicermati investor. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA