Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk 15 unit hunian sementara (Huntara), satu unit MCK darurat, 1.000 Paket Logistik Keluarga (PLK), perlengkapan tidur sebanyak 1.000 paket, pembangunan dua unit masjid darurat, satu unit sekolah darurat, satu paket mebel sekolah, 280 paket pelengkap sekolah, 120 paket perlengkapan ibadah, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, layanan psikososial, hingga perlindungan kelompok rentan.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana gempa. Ia menyampaikan, kondisi di NTT saat ini telah memasuki masa pemulihan awal. Kebutuhan masyarakat mulai bergeser pada penyediaan hunian sementara dan pembangunan fasilitas umum darurat, termasuk ruang kelas bagi sekolah yang mengalami kerusakan serta masjid darurat.
"Kami mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan untuk Baznas menyalurkan bantuan ini kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," kata Sodik, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 9 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Nasrulloh Jamaludin mengatakan, mempercayai penyaluran bantuan tersebut kepada Baznas karena diniliai profesional serta memiliki jaringan dan pengalaman yang luas dan mumpuni.
"Harapannya, mudah-mudahan apa yang kita berikan dari warga masyarakat Kota Bandung ini bermanfaat untuk korban bencana di NTT," kata Nasrulloh.
Hal senada juga disampaikan oleh pihak Bank BJB, Ryza Sativa. Ia mengatakan, pentingnya bersinergi dan berkolaborasi dengan Baznas agar bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT tepat sasaran.
BERITA TERKAIT: