Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Rocky Gerung: Gegara Erick Thohir, Presiden Jokowi Kena Getah Formula E

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Minggu, 05 Juni 2022, 00:40 WIB
Rocky Gerung: Gegara Erick Thohir, Presiden Jokowi Kena Getah Formula E
Presiden Joko Widodo dengan Menteri BUMN Erick Thohir/Net
rmol news logo Analis politik yang juga aktivis Rocky Gerung menilai bahwa saat ini Presiden Joko Widodo kena getah akibat ulah anak buahnya yakni Menteri BUMN Erick Thohir yang tidak mensupport penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

“Jadi ini bukan kesalahan pak Jokowi, ini kesalahan Erick Thohir, yang tidak bisa mengantisipasi opini publik. Karena Erick Thohir ingin bersaing dengan Anies, getahnya kena ke Pak Jokowi. Jadi buah nangkanya di Erick Thohir, getahnya kena Pak Jokowi,” kata Rocky Gerung dalam wawancara dengan Hersubeno Arief yang diunggah di akun YouTube Rocky Gerung Official dilihat redaksi, Sabtu (4/6).

“Jadi Pak Jokowi musti mengevaluasi menterinya yang gak bisa berfikir strategis,” tambah Rocky menekankan.

Menurut Rocky, perilaku tersebut tidak menggunakan akal dan pikiran serta kebijaksanaan dalam berpolitik. Akibatnya, kata Rocky, Joko Widodo kehilangan kemewahannya sebagai kepala negara ketika hadir dalam penyelenggaraan Formula E ini.

“Ini cuman problem BUMN yang pelit. Kira-kira begitu,” tandas Rocky.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni menyindir Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak mau menjadi sponsor untuk event balap internasional ini.

"BUMN tidak berikan sponsor apapun. PLN untuk kelistrikan juga kami bayar full," tulis Sahroni dalam unggahan di akun instagram ahmadsahroni88, Kamis (2/6).

Padahal kata Sahroni dalam unggahannya itu,  Formula E digelar untuk membawa nama Indonesia. Sahroni pun mempertanyakan posisi kementerian yang dipimpin oleh Erick Thohir itu.

"Maaf nih, BUMN itu kan bagian dari Republik Indonesia kan ya?" ucap Sahroni.

"Kami enggak ngotot minta, tapi ngotot untuk jadi bagian Indonesia," ujar Sahroni menambahkan.rmol news logo article

EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA