"Itu kan belum ada komunikasi, jadi masih berandai-andai. Saya belum bisa menjawab sesuatu yang masih berandai-andai," kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1).
Menurut Ridwan Kamil, jika diberi kesempatan dan dipercayai untuk memimpin IKN baru nanti, ia hanya bisa mengatakan "bismilah".
Sebaliknya, jika ia tidak ditunjuk sebagai pemimpin IKN baru, maka tidak ada masalah. Sebab, maju lagi pada Pilkada Jawa Barat menjadi pilihan yang lebih realistis.
"Itu
mah karena orang nanya, wartawan nanya siap atau tidak. Kalau ada kesempatan ya
bismillah jawaban saya selalu begitu. Kalau enggak, enggak ada masalah, kan dua kali Gubernur Jabar lebih realistis," demikian Ridwan Kamil.
Nama Ridwan Kamil belakngan ramai digadang-gadang sebagi calon Kepala Otorita IKN di Kalimantan Timur. Isu ini mencuat setelah Presiden Jokowi menginginkan calon pemimpin IKN baiknya berlatar belakang arsitek.
BERITA TERKAIT: