Farah.ID
Farah.ID

Investasi Asing Berbondong-bondong Kabur Dari Indonesia, Bagaimana Presiden Jokowi Bertahan?

OLEH: SALAMUDDIN DAENG
  • Kamis, 06 Mei 2021, 09:30 WIB
Investasi Asing Berbondong-bondong Kabur Dari Indonesia, Bagaimana Presiden Jokowi Bertahan?
Salamuddin Daeng/Net
DATA statistik Bank Indonesia (BI) menggambarkan situasi ekonomi yang dihadapi Pemerintahan Jokowi sangat gawat. Asing berbondong bondong menarik investasinya dari Indonesia.

Inilah yang menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif pada kuartal I tahun 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi minus 0,74 persen.

Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu kembali ke zona positif, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II-2020. Kala itu, ekonomi RI minus 5,32 persen.

"Kalau dibandingkan posisi kuartal I-2020, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen," kata Kepala BPS, Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (Kompas.com 5/5/2021).

Bagaimana tidak, investasi kabur dari Indonesia sebagai tanggapan atas situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil dan regulasi yang tak pasti.

Lebih dari 911 juta dolar AS investasi langsung asal Eropa kabur sepanjang tahun 2020. Dua negara yang paling banyak menarik investasinya adalah Italia dan Inggris, masing masing 377 juta dolar AS dan 493 juta dolar AS.

Sementara investasi dari AS menurun separuh dibandingkan tahun 2019. Investasi asal Jepang menurun 75% dengan penurunan senilai 6,24 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2019.

Selanjutnya investasi asal Singapura menurun 27%, atau mengalami penurunan senilai 1,7 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan investasi langsung di Indonesia berdasarkan negara asal menurun senilai 5,3 miliar dolar AS yang merupakan penurunan terendah selama lima tahun terakhir sejak tahun 2015. Negara negara yang merupakan penanam modal langsung terbesar di Indonesia memilih kabur dari negeri ini.

Meskipun ada peningkatan investasi dari Hong Kong senilai 2,7 miliar dolar AS dan Taiwan 694 juta dolar AS, namun tidak bisa menggantikan investasi yang kabur.

Sementara investasi asal China sepanjang 2020 hanya 810 juta dolar AS dolar, lebih rendah dari tahun lalu dan menurun 76% dibandingkan dengan investasi tahun 2018.

Sulit bagi Indonesia melakukan recovery ekonomi jika semua negara negara yang menjadi andalan pemerintah mendapatkan investasi asing langsung justru kabur dari Indonesia. Akibatnya kuartal I tahun 2021 Indonesia masih berada di zona resesi.

Pertanyaannya, siapa yang mau bisnis di negara Resesi?

Salamuddin Daeng

EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA