Taiwan Berjaya Melawan Corona

Taiwan Central Pandemic Command Center/Net

TANPA gembar-gembor propaganda, Taiwan merupakan satu dari segelintir negara yang berjaya melawan angkara murka pagebluk Corona.

Sejak pandemik SARS pada tahun 2003, pemerintah bersama rakyat Taiwan sudah mulai secara sistematis, terstruktur, masif bergotong-royong membentuk mekanisme ketahanan kesehatan nasional terhadap wabah penyakit saluran pernafasan.

Mobilisasi Nasional


Tim anti pageblukTaiwan sigap memobilisir pendekatan spesifik untuk identifikasi, penanganan dan alokasi sumber pandemi. Arsenal informasi meliputi analisa mendalam, penerapan teknologi, dinamika screesing, testing, retesting, strategi komunikasi, akuntabilitas serta updating actual kepada masyarakat.

Taiwan mengutamakan manajemen bencana dan resiko dengan membuat mekanisme melacak dan protokol karantina sangat ketat.

Taiwan membentuk Central Epidemic Command Center (CECC) di bawah pimpinan Wapres Dr Chen Chien-jen yang kebetulan memang epidemiologist didampingi Menteri Kesehatan, Dr Shi-Chung Chen.

Pemerintah telah resmi menyediakan anggaran dana 71,7juta dollar AS untuk testing, pelayanan, pencegahan Covid-19 serta 133juta US$. Sejak 2004 setelah pagebluk SARS mereda, Taiwan membentuk National Health Command Center (NHCC) sebagai bagian persiapan manajemen pandemi menghadapi saat gawat-darurat seperti pagebluk Corona 2020. Taiwan mendayagunakan database BPJS Taiwan untuk deteksi kasus di samping membentuk central hotline toll-free number yang siap didayagunakan setiap warga untuk melaporkan kasus Corona pada diri sendiri mau pun lingkungannya.

Berjaya


Angka statistik menampilkan data 451 kasus Covid-19 dengan 7 korban meninggal dunia di antara 23,7 juta penduduk menempatkan Taiwan sebagai satu dari segelintir negara di planet bumi yang berjaya menanggulangi Covid-19.

Fakta bahwa secara resmi Taiwan bukan anggota WHO akibat dicekal RRChina justru menambah kekaguman atas keberhasilan Taiwan secara mandiri melawan angkara murka Corona.

Mungkin karena mabes pejuang kemanusiaan Master Cheng Yen memang bukan berada di Beijing, RRChina tetapi di Hualien, Taiwan maka terbukti Taiwan mampu melawan virus Corona secara lebih manusiawi ketimbang Republik Rakyat China yang de facto memiliki keunggulan teknologi, dana serta jumlah sumber daya manusia berlipat-ganda jauh lebih besar.

Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pengejawantahan Diskriminasi Satwa
Jaya Suprana

Pengejawantahan Diskriminasi..

07 Mei 2021 10:36
Tingkatkan Daya Ketahanan Pangan Nasional!
Jaya Suprana

Tingkatkan Daya Ketahanan Pa..

06 Mei 2021 09:57
Ethiopia Bangkit Dari Reruntuhan Prahara
Jaya Suprana

Ethiopia Bangkit Dari Rerunt..

05 Mei 2021 09:29
Pembangunan Infrastruktur Antariksa
Jaya Suprana

Pembangunan Infrastruktur An..

04 Mei 2021 09:19
Uji Materi UU Narkotika
Jaya Suprana

Uji Materi UU Narkotika

02 Mei 2021 11:14
Ojo Dumeh Menghadapi Angkara Murka Corona
Jaya Suprana

Ojo Dumeh Menghadapi Angkara..

01 Mei 2021 11:42
Mengubah Nama Kota Tua Menjadi Batavia
Jaya Suprana

Mengubah Nama Kota Tua Menja..

29 April 2021 10:35
Teknologi Es Puter Tanpa Tenaga Listrik
Jaya Suprana

Teknologi Es Puter Tanpa Ten..

28 April 2021 13:36