Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Operasi Pekat Polda NTB Ringkus 573 Tersangka Prostitusi Hingga Judi

Rilis operasi pekat Polda NTB jelang Ramadhan/Ist

Ratusan tersangka diringkus dalam operasi pekat rinjani 2021 yang digelar Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Polres jajaran pada 29 Maret hingga 11 April 2021.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Hari Brata mengurai, Polda NTB dan jajaran mengungkap sebanyak 469 kasus dan menetapkan 573 tersangka.

"Ratusan tersangka itu terbagi dalam tiga kasus, yakni judi, prostitusi dan minuman keras (Miras)," kata Kombes Hari Brata, Senin (12/4).

Dari total 573 tersangka, kata Kombes Hari, 135 merupakan tersangka kasus judi, 20 kasus prostitusi, dan 418 tersangka kasus miras.

Tak hanya mengamankan ratusan tersangka, operasi pekat kali ini juga turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai total 41.318.000,  puluhan telepon seluler, alat kontrasepsi, hingga ribuan botol minuman keras.

Jumlah yang terjaring dalam operasi pekat tahun ini pun lebih besar bila dibanding operasi pekat jelang ramadhan tahun 2020 lalu. Tercatat pada operasi pekat 23 Maret sampai dengan 5 April 2020 lalu, tercatat ada 227 kasus dan 329 orang jadi tersangka.

Kombes Hari menambahkan, operasi Pekat Rinjani tahun ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi dan memberikan rasa aman untuk masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan 1442 Hijriah.

"Ini juga untuk menekan tingkat kriminalitas dan menjaga kondusifitas daerah secara umum. Sebab biasanya, pemicu kejadian kriminal dan gangguan kamtibmas bermula dari penyakit masyarakat ini, seperti miras dan sebagainya," demikian Kombes Hari Brata.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Artikel Lainnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia