Kak Seto Berkunjung Ke Petamburan

Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi/Ist

KETUA Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), DR Seto Mulyadi, melihat kondisi psikologis cucu Rizieq Shihab yang ikut dalam rombongan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Seto menyambangi rumah pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu di Petamburan III, Jakarta Pusat pada Selasa, 15 Desember 2020.  

Menurut Kak Seto, anak-anak biasanya mengalami trauma psikis yang terlambat karena kejadian tertentu. Mungkin saja usai peristiwa kondisi anak baik-baik saja, tapi trauma muncul belakangan.

Kak Seto menyebut total ada 12 bayi dan anak-anak yang ikut dalam iring-iringan mobil Rizieq. Dua remaja masing-masing berusia 14 dan 15 tahun adalah putri Rizieq. Sementara sisanya cucu Rizieq Shihab.

Perlindungan Anak

Saya pribadi menghormati dan menghargai perhatian Kak Seto sebagai Ketua Umum LPAI terhadap anak-anak yang dikuatirkan mengalami trauma akibat peristiwa kekerasan manusia terhadap manusia. Secara profesional, Kak Seto menunaikan tugas kelembagaannya secara tepat dan benar.

Namun di alam demokrasi yang mewarnai kehidupan bangsa Indonesia masa kini ditambah dengan suasana Bhinneka Tunggal Ika maka adalah wajar apabila tidak semua warga Indonesia sependapat dengan saya.

Namun saya tidak sependapat dengan mereka yang tega mengkritik Kak Seto dengan berbagai cemooh, mulai dari cari panggung demi popularitas sampai ke bersimpati kepada musuh bangsa Indonesia.

Menurut saya, kritik-kritik semacam itu kurang tepat. Saya cukup kenal kepribadian maupun popularitas Kak Seto yang saya kenal sejak sekitar 40 tahun yang lalu, di mana Kak Seto belum sepopular seperti di masa kini.

Setahu saya, Kak Seto memang memiliki kemampuan untuk bekerja keras secara sangat disiplin demi mewujudkan semangat kepeduliannya kepada anak-anak.

Kini Kak Seto sudah bukan saja cukup, namun sudah sangat tersohor sebagai tokoh perlindungan anak. Maka saya yakin bahwa Kak Seto tidak perlu sibuk cari panggung seperti mereka yang belum termashur seperti Kak Seto.  

Simpati

Mengenai tuduhan bahwa Kak Seto bersimpati terhadap musuh bangsa Indonesia, bukan saja kurang tepat namun bahkan berlebihan. Apakah simpati tergolong perasaan yang buruk? Apakah anak-anak dan remaja yang dikunjungi oleh Kak Seto di Petamburan adalah para musuh bangsa Indonesia?

Apakah anak-anak dan remaja itu telah melakukan angkara murka sedemikian buruk sehingga layak disebut sebagai musuh bangsa Indonesia? Apakah anak-cucu orangtua yang resmi berwarga negara Indonesia harus distigmasisasi sebagai musuh bangsa Indonesia?

Tentu saja saya tidak boleh, sebab tidak berhak menjawab segenap pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh mereka yang menyatakan Kak Seto cari panggung serta bersimpati (saya sengaja menghindari istilah bersahabat apalagi bersengkongkol) kepada musuh bangsa Indonesia.

Ikhlas


Sejauh saya mengenal kebesaran jiwa Kak Seto, maka saya merasa yakin bahwa Kak Seto menghadapi segenap badai topan kritik secara ikhlas, sebab beliau sudah terbiasa menghadapi cemooh bahkan fitnah di dalam perjuangan beliau melindungi anak-anak dari angkara murka lingkungan.

Jangankan Kak Seto, Ibu Theresa dan Sri Paus Fransiskus dalam keberpihakan dengan kaum miskin juga terbukti dikritik, dihujat, bahkan difitnah.

Ketika Jesus Kristus bertamu ke rumah Zaccheus yang berprofesi sebagai tukang pungut pajak bagi penguasa Romawi juga dikritik, kok mau-maunya berkunjung ke seorang musuh masyarakat Yerusalem.

Ketika anak-anak berusaha mendekati Jesus Kristus juga ditolak oleh kaum dewasa yang ingin melindungi Jesus Kristus dari gangguan anak-anak.

Akibat mengajarkan kasih-sayang, Jesus Kristus bahkan bukan cuma dikritik namun malah difitnah, ditangkap, dianiaya, diadili kemudian disalib.

Maka kini adalah giliran saya sendiri yang harus siap untuk ikhlas dikritik dan dihujat sebab naskah yang sedang Anda baca ini memang berpihak kepada Kak Seto yang memang saya hargai, hormati, dan kagumi sebagai tokoh garda terdepan perlindungan anak Indonesia. Merdeka !
EDITOR: AGUS DWI

Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan, bersama: Syahrial Nasution dan Abdul Hamid

Selasa, 09 Maret 2021

Artikel Lainnya

Meletakkan Harapan Kepada Prof Mahfud Dan Prof Yasonna
Jaya Suprana

Meletakkan Harapan Kepada Pr..

09 Maret 2021 09:11
Ethologi Ceko Bermain Bola
Jaya Suprana

Ethologi Ceko Bermain Bola

08 Maret 2021 10:24
Prihatin Derita Para Sahabat
Jaya Suprana

Prihatin Derita Para Sahabat

06 Maret 2021 10:25
Legowo Menerima Kritik
Jaya Suprana

Legowo Menerima Kritik

05 Maret 2021 10:52
Memohon Kemanusiaan Untuk Masyarakat Adat
Jaya Suprana

Memohon Kemanusiaan Untuk Ma..

03 Maret 2021 16:44
Teka Teki Masa Corona
Jaya Suprana

Teka Teki Masa Corona

28 Februari 2021 23:16
Ujian Pertama Presisi, Polri Harus Hukum Berat Oknum Penjual Senjata Ke KKB Papua
Jaya Suprana

Ujian Pertama Presisi, Polri..

27 Februari 2021 03:21
Belajar Mikul Duwur Mendhem Jero
Jaya Suprana

Belajar Mikul Duwur Mendhem ..

26 Februari 2021 11:18