Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Menghitung Hari, Kepada Siapa Tongkat Komando Kapolri Akan Diberikan Jokowi

Komjen Agus Andrianto dan Komjen Listyo Sigit Prabowo/Repro

Kalau ada pertanyaan seperti ini, ada berapa orang kah sekarang perwira tinggi Polri yang saat ini menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen)?

Jawabannya adalah 15 orang, yaitu:

1. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono

2. Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum): Komjen Agung Budi Maryoto

3. Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Komjen Agus Andrianto

4. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim): Komjen Listyo Sigit Prabowo

5. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam): Komjen Rycko Amelza Dahniel

6. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Komjen Arief Sulistyanto

7. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar

8. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko

9. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar,

10. Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Komjen Didid Widjanardi

11. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun

12. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri

13. Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Bambang Sunarwibowo

14. Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan dan Kelautan Komjen Antam Novambar.

15. Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Komjen Andap Budhi Revianto.

Lalu dari ke-15 orang Perwira Tinggi ini, siapakah paling besar peluangnya menjadi Kapolri yang baru menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang akan segera pensiun per tanggal 1 Februari 2021?

Semua berpeluang menjadi Calon Kapolri.

Semua punya hak yang sama untuk dicalonkan sepanjang masih aktif dalam kedinasan mereka di Institusi Polri.

Sebab dari ke-15 orang penyandang pangkat Komjen tersebut, ada beberapa yang sudah pensiun dan akan pensiun dalam waktu dekat.

Lalu tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri, sudah diatur dalam UU 2/2002 Tentang Polri, yaitu pada Pasal 11 yang berbunyi:

(1) Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya.

(3) Persetujuan atau penolakan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap usul Presiden sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus diberikan dalam jangka waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal surat Presiden diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
 
(4) Dalam hal Dewan Perwakilan Rakyat tidak memberikan jawaban dalam waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), calon yang diajukan oleh Presiden dianggap disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
 
(5) Dalam keadaan mendesak, Presiden dapat memberhentikan sementara Kapolri dan mengangkat pelaksana tugas Kapolri dan selanjutnya dimintakan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
 
(6) Calon Kapolri adalah Perwira Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier.
 
(7) Tata cara pengusulan atas pengangkatan dan pemberhentian Kapolri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), (2), dan (6) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.
 
(8) Ketentuan mengenai pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan selain yang dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kapolri.

Dan dalam sejarah Polri, pemberhentian Kapolri yang sedang menjabat, tidak harus menunggu sampai memasuki masa pensiun.

Kapolri Jenderal Dai Bachtiar misalnya, beliau diberhentikan 7 bulan sebelum resmi pensiun. Dai yang harusnya pensiun per tanggal 1 Februari 2005, diberhentikan pada tanggal 7 Juli 2005.

Dai digantikan oleh Komjen Sutanto, yang saat dicalonkan sebagai Kapolri sedang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional atau BNN. Sutanto resmi dilantik sebagai Kapolri yang baru pada tanggal 8 Juli 2005.

Jadi, tentang pergantian Kapolri, semua tergantung pada Presiden Jokowi, kapan beliau ingin mengangkat Kapolri yang baru menggantikan Idham Azis yang masa dinasnya tersisa 3 bulan.

Idham, berasal dari Angkatan 1988 dan akan resmi pensiun per tanggal 1 Februari 2021. Dan dari ke-14 orang Perwira Tinggi yang saat ini berbintang 3, ada banyak yang berasal dari Angkatan 1987 dan 1988.

Yang berasal dari angkatan lebih muda dari Idham Azis hanya 2 orang, yaitu Komjen Agus Andrianto dari Angkatan 1989, dan Komjen Listyo Sigit Prabowo dari Angkatan 1991.

Maka, yang bisa dipertimbangkan Presiden Jokowi dalam memilih Kapolri yang baru adalah tetap memberikan kepercayaan kepada Perwira Tinggi dari angkatan yang sama dengan Idham Azis (Angkatan 1988), atau memberikan kesempatan terjadinya regenerasi dalam tubuh Polri dengan memberikan kepercayaan kepada Perwira Tinggi yang berasal dari angkatan lebih muda dari Idham Azis.

Jika presiden ingin tetap memberikan kepercayaan jabatan Kapolri kepada polisi senior dari angkatan yang sama dengan Idham Azis, maka pilihan presiden bisa jatuh pada Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang berasal dari Angkatan 1988 dan masa aktif kedinasannya masih 3 tahun lagi.

Gatot pensiun per tanggal 1 Juli 2023.

Tetapi, jika presiden ingin agar Kapolri yang baru berasal dari angkatan yang lebih muda dari Idham Azis agar terjadi regenerasi kepemimpinan Polri, maka hanya ada 2 kandidat yang layak dipertimbangkan Presiden Jokowi yaitu Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto (Angkatan 1989), dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Angkatan 1991).

Dari kedua kandidat ini, peluang menjadi Kapolri tampak lebih besar pada sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo. Pertama, ia pernah bertugas cukup lama menjadi Ajudan Presiden Jokowi pada periode pertama kepresidenan.

Artinya, Jokowi sudah sangat mengenal bagaimana karakter dan keprofesionalan Listyo Sigit Prabowo saat bekerja sebagai pembantu Presiden, dalam hal ini sebagai Ajudan Presiden.

Hal lain yang menguntungkan Listyo adalah posisinya saat ini sebagai Kabareskrim.

Listyo memimpin sebuah organisasi sebesar dan sehebat Bareskrim, dimana Bareskrim dapat di ilustrasikan merupakan jantungnya Kepolisian Indonesia. 10 Bulan Listyo menjadi Kabareskrim, ada sederet prestasi yang berhasil dilakukan Bareskrim.

Bareskrim memiliki 6 Direktorat yaitu Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum),  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusis atau Tipideksus, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Tipidnarkoba), Direktorat Tindak Pidama Tertentu (Tipidter) dan Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber).

Sepanjang 8 bulan masa pandemi, Bareskrim tetap bekerja sangat baik dan masing-masing Direktorat menorehkan prestasi mereka dengan melakukan penangkapan dan pengungkapan kasus-kasus.

10 Bulan menjadi Kabareskrim, Listyo ibarat gasing, permainan tradisional yang berputar dengan cepat.

Seperti itulah ilustrasi terhadap sosok Listyo, sebagai seorang reserse dan pimpinan dari Bareskrim, ia turun ke bawah (down to earth), cepat turun dan meninjau langsung lapangan, dan bekerja sangat baik.

Satu hal yang pasti terekam dengan baik dalam ingatan kita adalah saat Indonesia geger dan chaos kehabisan masker di awal pandemi corona berlangsung.

Listyo turun ke lapangan dan melakukan inspeksi ke pasar-pasar.

Ia perintahkan anak buahnya untuk mencegah terjadinya penimbunan masker yang menyebabkan keresahan dan kepanikan masyarakat Indonesia.

Bareskrim memberikan efek kejut kepada para penimbun masker dengan melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap oknum pelaku penimbunan masker.

Kejadian ini sangat fenomenal karena saat itu masyarakat Indonesia panik luar biasa kehabisan masker di pasaran. Dan masih banyak lagi prestasi-prestasi Bareskrim sepanjang tahun 2020 ini.

Dengan menjulang tingginya prestasi Bareskrim, bukan berarti Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto tak punya prestasi sepanjang memimpin Baharkam Polri.

Selain melaksanakan tugas-tugas utamanya sebagai Kabaharkam Polri, Agus juga mengemban tugas penting lainnya yaitu sebagai Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan Covid-19.

Jadi, tentang siapa Kapolri yang baru, semuanya berpulang pada Presiden Jokowi. Sebab pejabat Kapolri yang baru nanti, akan bekerjasama dengan Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara.

Dibutuhkan faktor TRUST atau faktor kepercayaan yang sangat tinggi dari seorang presiden kepada calon Kapolri yang baru.

Untuk itulah dari mulai saat ini, presiden sudah bisa menimbang siapa di antara 2 Perwira Tinggi ini yang akan dipercaya menjadi Kapolri yang baru menggantikan Idham Azis.

Agus Andrianto, atau Listyo Sigit Prabowo.

Kepada sosok yang mana, hati Presiden merasa lebih sreg? Kepada sosok yang mana, Presiden merasa lebih nyaman bekerjasama?

Monggo silakan Bapak Presiden, dipikir-dipikir dan ditimbang-timbang. Mendekati akhir tahun ini, Presiden sudah harus punya pilihan yang terbaik.

Seperti judul lagu Krisdayanti, "Menghitung Hari", seperti itu jugalah teka teki tentang calon Tribrata 1 atau TB 1.

Ya, menghitung hari kepada siapa gerangan tongkat komando Kapolri akan diberikan Jokowi.

Angkatan 1989, atau 1991?

Mari kita tunggu saja...
EDITOR: DIKI TRIANTO

Artikel Lainnya

Tangkap Dan Usut Tuntas Kasus Djoko Tjandra, Komjen Listyo Sigit Sabet <i>'Top 10 Most Outstanding People'</i>

Tangkap Dan Usut Tuntas Kasus ..

Jumat, 27 November 2020
Habib Rizieq Dirawat, Polisi Aktif Tracing Bandara-Petamburan Dan Megamendung

Habib Rizieq Dirawat, Polisi A..

Jumat, 27 November 2020
Polisi: Tak Akan Hapus Peristiwa Pidana Walaupun Maybank Ganti Rugi Uang Winda Earl

Polisi: Tak Akan Hapus Peristi..

Kamis, 26 November 2020
Polri Sebut Baliho Habib Rizieq Ditertibkan Karena Melanggar Perda

Polri Sebut Baliho Habib Rizie..

Kamis, 26 November 2020
Rakor Pembina Samsat, Regident Korlantas Polri Ingin Wujudkan Pelayanan Cepat

Rakor Pembina Samsat, Regident..

Kamis, 26 November 2020
Naik Ke Penyidikan, Polda Metro Cari Tersangka Pelanggaran Prokes Acara Habib Rizieq

Naik Ke Penyidikan, Polda Metr..

Kamis, 26 November 2020
Jual Jasa Konversi Senpi, Warga Tasik Harus Berurusan Dengan Polisi

Jual Jasa Konversi Senpi, Warg..

Kamis, 26 November 2020
Komjen Listyo Sigit: Sederhana, Kalau Saya Terlibat Tak Mungkin Diusut Sampai Akar

Komjen Listyo Sigit: Sederhana..

Kamis, 26 November 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia