"Dia stres. Dan dia berpikir dia harus melakukan amaliyah. Ini spontan. Yang jelas sasarannya kelompok thogut, pemerintah dan kepolisian," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mebes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).
Untuk itu, sambung Dedi, target Abu Rara sebetulnya bukan Wiranto.
"Jadi dia melihat kapal, ada orang berbondong-bondong. Dia tidak tahu siapa yang di lokasi itu. Dia mengajak istrinya, ini pejabat penting," jelas dia meniru Abu Rara.
Dedi menyebutkan, kepada penyidik Abu Rara mengistilahkan helikopter sebagai kapal.
Lalu, karena niat awal mereka memang ingin melakukan amaliyah, Abu Rara membisiki istrinya yakni Fitri Andriana untuk juga ikut melakukan penyerangan.
"Dia kasih tahu istrinya. 'Kalau saya menusuk pejabat, kamu nusuk polisi'," ujar Dedi.
BERITA TERKAIT: