Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengingatkan mahasiswa untuk tidak ditunggangi pihak-pihak tertentu, sehingga unjuk rasa bisa berlangsung tertib dan damai itu berakhir bentrok.
“Kita yang khawatir dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memang menghendaki demo itu tidak berakhir damai, tapi demo itu berakhir rusuh,†katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/9).
Himbauan ini, kata Dedi, telah disampaikan langsung oleh para koordinator lapangan masing-masing kampus agar betul-betul mengenali kawan yang ada di lapangan. Dengan begitu tidak mudah untuk disusupi oleh kelompok yang ingin aksi itu berakhir ricuh.
“Mereka juga harus waspadai penyusup-pemyusup yang masuk ke dalam barisan, karena atribut mahasiswa bisa didapat mudah oleh siapa saja, ini yang kita khawatir kan,†tekan Dedi.
Karena itu, sambung Dedi, pendekatan yang dipakai oleh kepolisian menggunakan
soft approach. Caranya, dengan mengajak dialog terhadap para antara pemimpin lapangan dan koordinator lapangan mahasiswa.
“Itu harus terjalin,†tekan Dedi.
“Apabila ada indikasi sudah memanas, koordinator lapangan itu seharusnya langsung komunikasi kan kepada temen-temennya, tahan dulu, tahan dulu,†sambung dia.
BERITA TERKAIT: