Feri tersebut diketahui beÂrangkat pada 18 Januari dan diperkirakan akan tiba dua hari kemudian. Namun hingga jadwal yang ditetapkan, feri tak kunjung datang.
Feri tersebut tak juga dikeÂtahui keberadaan dan nasibÂnya hingga saat ini. Hal itu mendorong pencarian internaÂsional yang melibatkan otoriÂtas Selandia Baru dan Fiji.
Pusat Koordinasi PenyeÂlamatan Selandia Baru (RCÂCNZ) mengumumkan telah bergabung dalam pencarian kapal pada Sabtu pagi waktu setempat, mendukung usaha pihak berwenang Fiji.
Angkatan udara Selandia Baru juga mengerahkan pesaÂwat pengintai udara P3 Orion, dan pusat koordinasi berusaha untuk mempersempit wilayah pencarian.
Sebuah kapal lokal juga akan mulai memeriksa rute antara kedua pulau tersebut. Pulau-pulau lain di sepanjang jalur feri telah dihubungi dan radio lokal disiarkan untuk meÂmeriksa penampakan kapal.
Feri tersebut diketahui menÂgalami masalah dengan poros baling-balingnya sebelum berangkat. Dikhawatirkan ada masalah teknis dalam perjalanan, mengingat kondisi cuaca selama beberapa hari terakhir cukup baik. ***
BERITA TERKAIT: