"Pada tahap awal kami menjual sejumlah sapi hidup berbarengan dengan daging sapi beku dan segar pada operasi pasar AGP di sini," kata Randy Suparman selaku pembina peternak sapi AGP di sela operasi pasar dan pasar murah AGP di kawasan Pasar Minggu, Jakarta (Rabu, 15/6).
Secara simbolis mitra binaan AGP menyerahkan 100 ekor sapi kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Di tempat yang sama, AGP menjual daging sapi beku halal dan higenis serta daging sapi segar. AGP selama ini membina peternak sapi melalui program 2 UKM BAGI dan saat ini di mana masyarakat sangat membutuhkan AGP para peternak binaan untuk menjual dengan harga wajar.
Selain menugaskan BUMN, pemerintah ikut melibatkan perusahaan swasta, termasuk anak perusahaan Artha Graha Network PT Sumber Agro Semesta(SAS) dalam importasi daging sapi beku jenis secondary cut. Sejauh ini, sudah 27.400 ton daging sapi yang izinnya telah dikeluarkan Kementerian Perdagangan.
Sebelumnya, pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata membenarkan bahwa anak perusahaannya mendapat tugas dari pemerintah untuk melakukan importasi daging sapi. Menurutnya, meski SAS berawal dari perusahaan benih padi, perusahaan tersebut juga telah lama melebarkan sayapnya pada sektor agrobisnis lainnya, seperti peternakan sapi.
"SAS juga punya ranch (peternakan), punya (pabrik) pakan juga, apa pun kan yang penting niatnya baik. Dia juga punya di Jonggol (peternakan). Kita juga ada 700 sapi yang rencanya akan dilepas jelang Lebaran," jelasnya.
Randy menambahkan bahwa operasi pasar daging sudah sering dilakukan AGP. Setiap kali harga daging melonjak seperti menjelang Ramadhan dan Idul Fitri AGP selalu terpanggil untuk menyediakan harga daging agar terjangkau oleh masyarakat. Operasi pasar daging tahun ini digelar di wilayah Jabodetabek dan sudah dimulai kick off pada 31 Mei lalu.
"Untuk sementara ini kami fokus untuk melayani warga di Jabodetabek," kata Randy S.
AGP sendiri akan terus melakukan operasi pasar dengan stok yang tidak terbatas jumlahnya. Sehingga harga daging di pasaran bisa stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan bisa meringankan beban bagi masyarakat yang menghadapi kenaikan harga daging. Para pedagang dan warga bisa mendapatkan daging dengan harga terjangkau," demikian Randy.
[wah]
BERITA TERKAIT: