Jokowi Tak Perlu Dengarkan Orang Tak Jelas Dalam Pemilihan Kapolri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 06 Juni 2016, 09:08 WIB
Jokowi Tak Perlu Dengarkan Orang Tak Jelas Dalam Pemilihan Kapolri
jokowi/net
rmol news logo . Presiden Joko Widodo diharapkan memilih calon Kapolri dari kader terbaik, yang memiliki integritas, dedikasi, pengalaman, prestasi, kepemimpinan, dan jaringan yang bisa diterima masyarakat luas, baik di internal maupun eksternal.

Hal ini disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 6/6).

"Dalam memilih calon Kapolri, Presiden diharapkan tidak mendengarkan suara-suara orang yang tidak jelas, yang tidak paham terhadap visi dan misi Polri ke depan," ungkap Neta.

Patokan yang perlu diperhatikan Presiden, sambung Neta, adalah Pasal 11 ayat 6 UU 2/2002 tentang Polri, yang menegaskan bahwa Calon Kapolri adalah Perwira Tinggi Polri yang masih aktif, dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karir. [ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA