"Kenapa pemerintah tidak menekan para investor asing itu untuk membangun pabrik komponen inti otomotif. Kita tidak akan bisa berkembang maju jika hanya mengerjakan industri perakitan saja," tegas Hendrik pagi ini.
Dia menyatakan itu menanggapi pernyataan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir (SB) dan Menteri Perindustrian, Saleh Husin. Pernyataan SB yaitu saat mengunjungi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Jalan Yos Sudarso, Sunter 1, Jakarta Utara.
"Kami berharap dalam kunjungan ini akan ada masukan-masukan yang dapat membantu meningkatkan industri kita. Sebagai komite yang ditunjuk langsung presiden untuk peningkatan ekonomi dan industri nasional, kita akan telaah setelah ada masukan, lalu kita akan berikan rekomendasi kepada presiden dengan menteri yang terkait masalah ekonomi industri," ujarnya.
Sementara Saleh Husin meminta pabrikan otomotif mengedukasi pengunjung pameran dan konsumen untuk memberitahu mobil tipe tertentu telah diproduksi di Indonesia. Karena pameran dapat membantu pabrikan mendapat kepercayaan konsumen untuk mendongkrak tingkat penggunaan komponen lokal dan investasi otomotif dalam memperkuat struktur industri ini.
Saleh menyatakan itu dalam sebuah acara yang diselengarakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). GAIKINDO bekerjasama dengan pemerintah akan menyelengarakan pameran otomotif pada bulan Agustus nanti.
Hendrik juga mempertanyakan relasi pameran dengan membangun industri otomotif, karena dalam pandangannya meski ada relasi namun sejauh apa signifikansi terhadap bangunan industri otomotif.
"Menteri kok jadi kaya salesman, ikut-ikutan mempromosikan barang otomotif. Jika memang ingin serius membangun industri otomotif Pak Menteri fokus pada industri hilirisasi otomotif. Disitu pemerintah berupaya menekan harga bahan baku dari komponen dasar otomotif," ucapnya.
Lebih lanjut Hendrik mempertanyakan kunjungan SB ke PT Toyota, dia justru melihat itu sebatas lobi-lobi yang belum tentu ada perjanjian mengikat terkait keseriusan Toyota mendorong industri otonotif nasional.
"Saya tidak melihat ada komitmen yang kongkret antara pemerintah dan pemodal asing soal membangun industri otomotif nasional. Kalau hanya pertemuan atau imbauan saja lebih baik kubur saja mimpi membangun industri otomotif nasional," tandas Hendrik Luntungan, yang juga seorang pengusaha ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: