Adhyaksa Serahkan Data Situs dan Akun Penyebar Konten Porno Ke Kapolri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 05 Mei 2016, 00:57 WIB
Adhyaksa Serahkan Data Situs dan Akun Penyebar Konten Porno Ke Kapolri
Kecil Besar
rmol news logo Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault beserta jajarannya menemui Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu siang, (4/5).

Selain membicarakan persiapan Jambore Nasional 2016, Adhyaksa juga melaporkan tentang situs dan akun-akun media sosial yang memuat dan menyebarkan konten porno dan kekerasan.

"Pertama saya sangat mengapreasiasi kinerja tim media sosial Polri yang bekerja 24 jam tanpa henti melayani masyarakat. Ini salah satu tim medsos terbaik yang layak dijadikan contoh," kata Adhyaksa Dault sesaat setelah pertemuan.

"Kedua, saya melaporkan pornografi di internet dengan kata kunci 'salam Pramuka', 'salam OSIS', 'salam batik' dan konten-konten porno lainnya," sambung Adhyaksa.

Menurut Adhyaksa Dault, kasus pemerkosaan terhadap Yuyun di Bengkulu juga akibat pornografi di internet. Gadis berusia 14 tahun tersebut diperkosa 14 pemuda secara bergantian. Yuyun akhirnya meninggal dunia karena mengalami aksi kekerasan lainnya.

"Saya sudah bertanya kepada pakar di bidang ini. Pornografi ini adalah narkotika lewat mata, sekali menonton orang akan kecanduan, jika kecanduan akan merusak otak. Kemudian otak yang sudah rusak itu tak bisa lagi berfikir panjang, otak yang sudah rusak ini akan hilang rasa kasih sayangnya pada orang, maka ketika melihat anak perempuan dan situasi sedang sepi, otak yang sudah rusak ini tidak segan-segan melakukan kejahatan seksual," ungkapnya.

Mantan Ketua Umum KNPI ini setuju dengan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual yang biadab terhadap anak-anak Indonesia. "(Saya) berharap jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Cukuplah Yuyun," tandasnya.

Sementara itu Kapolri mengapreasiasi langkah kongkret Kwarnas Gerakan Pramuka dengan menyerahkan data situs dan akun yang menyebarkan konten porno serta kekerasan.

"Terima kasih Kak Adhyaksa, sudah kita tindak lanjuti laporannya. Selain itu yang penting untuk terus tanpa henti kita lakukan adalah mendidik anak-anak kita untuk menggunakan internet dan media sosial dengan bijak," jelas Badrodin Haiti.

Badrodin Haiti menambahkan, kadang kita tidak tahu apakah anak-anak kita benar-benar belajar di kamar atau sedang bermain game atau medsos. "Sulit kita mengawasi anak-anak 24 jam. Karena itu memberikan mereka pemahaman akan bahaya kecanduan internet ini sangat perlu," ungkapnya. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA