Tutty Alawiyah merupakan pimpinan perguruan As-Syafi’iyah yang saat ini juga menjabat Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
Bagi Yusril, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut adalah orang yang sederhana, tetapi memiliki wawasan modern. Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berhenti belajar menambah ilmu.
"Kegiatan dakwah beliau juga tidak pernah berhenti. Di bawah kepemimpinan beliau, As-Syafi’iyah berkembang pesat. Warisan ilmu dan amal yang beliau tinggalkan untuk umat Islam besar sekali.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga khusnul khotimah," ucap Yusril.
Yusril mengenal almarhumah sejak tahun 1975 ketika ayahanda beliau KH Abdullah Syafi’i masih hidup. Saat itu, hampir setiap minggu Yusril datang ke Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan yang merupakan pusat kegiatan lembaga pendidikan dan dakwah As-Syafi’iyah. Pada waktu itu gedung As-Syafiiyah yang di Jatiwaringin baru dimulai pembangunannya.
"Saya datang ke As-Syafi’iyah menemani Alm. Prof. Osman Raliby, yang ketika itu selalu mengisi kegiatan dakwah di Radio As-Syafi’iyah. Prof Raliby adalah sahabat baik KH Abdullah Syafi’i," kenang Yusril, yang juga pakar hukum ini.
Mantan Kehakiman dan HAM ini pun ikut mengajar dan ikut mendirikan Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA).
"Karena itu, saya sering bertemu dengan ibu Tutty Alawiyah. Kira-kira 10 hari yang lalu, saya sempat berkomunikasi dengan beliau, untuk mohon waktu bertemu membahas Pilgub DKI Jakarta. Namun pertemuan tertunda karena beliau tiba-tiba sakit dan dirawat di Rumah Sakit MMC Kuningan hingga akhir hayat beliau," demikian Yusril.
[zul]
BERITA TERKAIT: