"Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta bukan hanya milik kelompok perseorangan saja. Setiap warga berhak tinggal di Jakarta, mendapat perlindungan dan pelayanan yang sama. Perlakuan yang tak beda-bedakan antara warga kaya dan miskin, konglomerat atau pekerja biasa," kata Ketua Relawan Yusril untuk Jakarta Adil, Ahmad Syukron Makmun, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 2/5).
Menurut Syukron, Jakarta merupakan miniatur Indonesia. Berbagai persoalan negara seperti pemerintahan, perekonomian, sosial-politik, hukum, dan sebagainya ada di Jakarta. Perwajahan pertama yang dilihat dan menjadi icon pembangunan suatu negara adalah wajah ibu kota.
Karena itu, sambungnyam Jakarta harus dipimpin oleh orang yang mengerti dan memahami posisi Jakarta sebagai Ibukota. Jakarta butuh pemimpin yang mempunyai paradigma inclusive citizenship, yang tidak membeda-bedakan status, etnis, suku, agama dan kelas sosial warga.
"Pemimpin yang adil dalam pikiran maupun tindakan," demikian Sukron.
[ysa]
BERITA TERKAIT: