HARI BURUH

Pemerintah Didorong Tingkatkan Keterampilan Buruh Lokal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 01 Mei 2016, 13:30 WIB
Pemerintah Didorong Tingkatkan Keterampilan Buruh Lokal
Jazuli Juwaini/net
rmol news logo . Pemerintah diminta untuk lebih memerhatikan peningkatan keterampilan buruh lokal. Sebab, Indonesia kini telah memasuki era pasar bebas dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga, dibutuhkan afirmasi dan proteksi SDM lokal yang menjadi sikap negara.

"Saat ini kita telah memasuki era MEA. Negara harus dorong pengusaha untuk tingkatkan daya saing buruh. Jangan sampai kita tertinggal dalam kompetisi SDM dengan bangsa-bangsa lain. Maka, program pelatihan perlu dilakukan secara simultan," jelas Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini dalam rangka memeringati Hari Buruh alias May Day 2916 di Jakarta, Minggu (1/5).

Untuk mewujudkan adanya peningkatan keterampilan tersebut, maka Jazuli menilai perlu ada kehadiran negara untuk memastikan bahwa terciptanya hubungan industrial yang kondusif bagi kesejahteraan buruh.

"Negara harus hadir mewujudkan hubungan industrial yang kondusif bagi kesejahteraan buruh. Para pengusaha pun harus melihat buruh sebagai aset, bukan beban/ faktor produksi, sehingga kesejahteraan buruh menjadi perhatian serius," tambah anggota Komisi I ini.

Dengan adanya kesejahteraan yang mencukupi terebut, akan mendorong produktivitas buruh yang tinggi. Karena buruh akan merasa dihargai dan bekerja secara giat dan gembira.

"Meski demikian, disadari upah buruh kita masih rendah. Tentu ini harus terus diupayakan peningkatannya secara optimal," kata Jazuli.

Oleh karena itu, perlu dibangun hubungan yang mutual, bukan konfliktual, antara buruh dan pihak perusahaan. Pemerintah, tegas Jazuli, harus sensitif dalam mengeluarkan kebijakan, terutama yang berdampak langsung pada buruh.

"Jangan keluarkan kebijakan yang justru menyulitkan kondisi ekonomi rakyat dan kaum buruh. Atas kesadaran itu, Fraksi PKS selalu kritisi dan menolak kebijakan penaikan BBM dan tarif-tarif yang menghimpit ekonomi rakyat kecil," ujarnya.

Dengan demikian, dengan adanya Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei ini, penghormatan terhadap eksistensi dan jasa buruh dalam menopang perekonomian negara, dapat terus terjaga.

"Hari Buruh adalah momentum bagi kita semua untuk memberikan penghormatan dan penghargaan jasa buruh bagi bangsa Indonesia. Buruh bekerja dengan pengetahuan, tenaga, dan keterampilannya hingga menghasilkan produktivitas ekonomi yang menopang pembangunan," tukas Jazuli. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA