"Sore ini sedang berlangsung silaturrahim dan taaruf pengurus yang baru disahkan," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP, Fadly Nurzal kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (28/4).
Anggota DPR asal Sumut III ini menjelaskan, pertemuan dihadiri Presiden RI ketiga BJ Habibie, tokoh nasional yang baru masuk PPP di antaranya Taufikurrahman Ruki, sebagai Ketua Mahkamah Partai; Tommy Soetomo, salah satu CEO terbaik di Indonesia yang menempati posisi Bendahara Umum; para wartawan senior seperti Ahmad Husaini, dan beberapa jenderal pensiunan dari berbagai kesatuan.
"Serta diawasi oleh banyak ulama, diantaranya KH. Maimun Zubeir sebagai Ketua Majlis Syariah," sebut Fadly.
Pertemuan ini adalah langkah awal dari respon publik terhadap upaya bangkitnya PPP membenahi keadaan dirinya untuk bisa meyakinkan umat bahwa partai ini telah siap berbuat dan melayani.
"Tentu ini semua tidak lepas karena PPP bisa bersatu setelah konflik sekian lama," paparnya.
Untuk itulah, lanjut Fadly, dia berharap jangan ada lagi percekcokan bahkan secara terus menerus di semua tingkatan islah harus diwujudkan, bukan malah menimbulkan konflik baru karena partai ini didirikan oleh para ulama yang berharap bisa menjadi pelayan umat bukan pengecewa umat.
Terakhir, dia meminta agar konflik dihentikan, karena kader tidak tertarik untuk itu, terbukti Muktamar VIII kemarin didukung hampir seluruh kader asli dan fungsionaris asli partai se Indonesia, serta mendapatkan respon positif serta apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Maka, lanjut dia, tidak menarik lagi bahkan PPP akan ditertawakan masyarakat jika tidak bisa mengakhiri konflik.
"Saya berharap kita bisa segera bekerja dengan tetap berdoa semoga Allah SWT membantu partai ini bisa bangkit lagi dan membersihkan berbagai rintangan yg dapat mengganggu bangkitnya partai ini," demikian Fadly.
[zul]
BERITA TERKAIT: