Menaker Masih Sangat Lemah Bela Hak Buruh Perempuan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 21 April 2016, 16:40 WIB
Menaker Masih Sangat Lemah Bela Hak Buruh Perempuan
foto: net
rmol news logo Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Labor Institute Indonesia menyoroti kondisi buruh atau pekerja perempuan Indonesia yang sampai saat ini masih memprihatinkan.

Labor Institute juga menyentil Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) agar lebih maksimal membela kepentingan buruh wanita.

"Buruh perempuan yang bekerja di sektor padat karya seperti pabrik rokok dan sektor perkebunan di kelapa sawit masih mendapatkan perlakuan yang diskriminatif," kata Analis Politik & HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, Kamis (21/3).

Perlakuan diskriminatif seperti upah buruh perempuan masih rendah, tidak mendapatkan fasilitas jaminan sosial, hak menstruasi dan reproduktif yang tidak diakui yang dapat berujung pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, masih sangat lemah dalam mengatasi hal tersebut," ungkap Andy.

Labor Institute Indonesia menghimbau kepada Presiden Jokowi agar blusukan ke perkebunan-perkebunan untuk melihat kondisi buruh perempuan yang memprihatinkan tersebut.

"Guna untuk membuat kebijakan khusus perlindungan dan kesejahteraan buruh perempuan di Indonesia," tukas Andy. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA