Namun, dia mengancam akan bertindak tegas kepada warga yang belakangan disebut 'manusia perahu' bila membangun tenda di atas tanah negara.
"Biarin saja dia mau di perahu. Nanti kamu kalau nginjak-nginjak (tanah) negara, bikin tenda lagi, ya kita sikat," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (14/4).
Pasalnya, dia mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya, apabila sudah selesai membangun sheetpile (dinding turap yang dipasang di perairan) akan ada warga yang kembali membangun pemukiman.
"Jangan seolah-olah kasihan. Justru dia kurang ajar, menyengsarakan keluarganya," pungkasnya.
Ahok menegaskan, Pemprov DKI menyediakan tiga rumah susun untuk warga yang kena gusur di Pasar Ikan dengan syarat mereka memiliki KTP Jakarta. Ketiga rusun itu ada di Rusun Rawa Bebek, Rusun Marunda dan Rusun Kapuk Muara. Selain itu, Ahok mengatakan Pemprov DKI juga memberikan fasilitas bus gratis untuk akomodasi mereka sehari-hari.
"Anak anda dapat KJP, naik bus tidak bayar, Marunda dekat laut, bisa pinjamin modal Rp 5 - 10 juta. Jadi, siapa yang sengsarakan siapa, enggak usah bikin film sinetron lah," imbuhnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: