Saat itu, auditor BPK tersebut mengajukan pertanyaan lucu dan sederhana.
"Dia tanya 'Bapak pernah nggak kepikir, bapak kan mau beli NJOP. Itu harga terendah urusan negara. Bapak berhak menentukan NJOP, kenapa bapak tidak perlambat NJOP? Supaya bisa beli barang yang murah," ungkap Ahok mengutip pertanyaan auditor tersebut.
Saat ditemui di kantornya, Balaikota, Jakarta (Rabu, 13/4), Ahok mengaku tak melakukan seperti yang disarankan BPK karena menurutnya itu kejahatan.
"Terus saya jawabnya sederhana. Saya pertama nggak pernah kepikir masalah itu karena itu saya pikir kejahatan. Karena tugas saya mengadminstrasi keadilan sosial lho. Itu kejahatan!" tandasnya.
Oleh sebab itu, dia sempat menduga auditor tersebut merupakan orangnya Eddy Mulyadi Soepardi, salah satu petinggi di BPK.
"Saya bilang sama yang kemarin audit saya satu. Sekarang kamu orang BPK ya? Salam tuh sama salah satu anggota BPK Prof. Eddy. Aku udah gituin dia. Saya bilang, salam sama beliau bilangin Ahok doain dia umur panjang untuk lihat Ahok jadi Presiden," kata Ahok.
Bahkan, Ahok mendesak agar orang-orang munafik yang bercokol di kursi pemerintahan diberantas. [Baca:
Ahok Tantang Ketua BPK Beberkan Harta Kekayaan]
"Supaya saya berantas munafik-munafik yang nggak bisa buktiin," tantangnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: