"Pejabat negara yang menjadi konsultan asing, seperti Blok Masela, adalah sebuah anomali politik," kata pengamat politik dari IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, Selasa (22/3).
Diberitakan, selain menunggu pengelolaan Blok Masela apakah dibangun secara offshore atau onshore pada tahun 2018. Saat ini ada masalah lain yang tak kalah penting, yaitu terbongkarnya dokumen konsultasi yang diberikan Tridaya Advisory kepada Inpex Masela terkait dengan pengelolaan Blok Masela.
Dalam dokumen tersebut, terungkap bahwa sejak Januari 2015 Tridaya Advisory aktif berkomunikasi dan memberikan saran kepada Inpex Masela serta ikut dalam berbagai pertemuan yang dilakukan Inpex Masela dengan pihak-pihak lain. Dan ternyata, dalam firma konsultan Tridaya Advisory tersebut ada sosok Kuntoro Mangkusubroto. Harga jasa konsultasi Inpex Masela pada Tridaya pun sangat fantastis, yaitu sebesar 1 juta dolar AS.
Jelas Pangi, anomali Kuntoro Mangkusubroto itu adalah, di satu pihak, bekerja sesuai dengan kehendak asing, karena berdasarkan garis komando, di pihak lain, harus menjaga kepentingan nasional.
Suatu saat, lanjut dia, bukan mustahil akan terjadi benturan kepentingan. Antara mengadaikan idealisme bangsa dan membela kepentingan asing.
"Komisaris Utama PLN sekaligus konsultan perusahaan asing, apakah bisa dipastikan bisa bebas dari konflik kepentingan," ungkap Pangi.
Terakhir, Pangi menyarankan, orang hebat, mantan pejabat dan pintar di Indonesia harus menahan diri untuk tidak bekerja sebagai konsultan atau komisaris di perusahaan asing. Pasalnya, pensterilan dari pengaruh kekuatan asing akan bisa menjual idealisme dan bisa melongsorkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
[rus]
BERITA TERKAIT: