Diceritakan Mandra, beberapa dekade lalu, seniman-seniman Betawi acapkali diundang untuk tampil di hadapan pejabat dalam pertemuan-pertemuan resmi.
"Dulu, seniman Betawi masih suka manggung dari hotel ke hotel menyambut pejabat datang. Sekarang tidak ada, sekarang tinggal logo saja," katanya saat ditemui di resto Warung Komando, Jalan Saharjo, Jakarta (Minggu, 6/3).
Putra Betawi yang pernah membintangi sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu bahkan merasa seperti tamu di kampungnya sendiri. Mandra menilai, banyak seniman Betawi saat ini hanya dihadirkan dalam acara-acara tertentu saja.
"Yang tadinya utuh sekarang tinggal logo. Ondel-ondel doang, isinya bukan," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Mandra mengkhawatirkan kebudayaan Betawi ke depan hanya tingal nama. Padahal, banyak ragam dari kebudayaan Betawi itu sendiri, mulai dari kuliner, tanjidor, tarian, lenong, gambang kromong hingga ondel-ondel.
Oleh sebab itu, dia berharap kepada Pemprov DKI Jakarta untuk lebih memerhatikan kebudayaan Betawi yang mulai tersisih keberadaannya.
"Seni atau budaya ke depan tinggal kenangan," tegas Mandra.
[wah]