Hal itu akan dilakukan Ahok apabila Djarot Saiful Hidayat tak diizinkan nyalon oleh PDI Perjuangan. Djarot saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI.
" Kalau gitu, kita mungkin dengan Pak Heru (Kepala BPKAD DKI)," ujar Ahok di Jakarta, Jumat (4/3).
Mantan Bupati Belitung Timur itu punya alasan sendiri memilih Heru. Ahok ingin membuktikan ke masyarakat bahwa masih ada pejabat DKI yang bersih, mau bekerja dan memiliki integritas untuk mengurusi ibu kota.
"Kan kalau ada calon pasti banyak orang nih yang korek-korek kesalahannya, apa lagi pejabat DKI. Enggak apa-apa korek aja, kita akan buktikan kalau masih ada pejabat yang nggak korup," tukas Ahok.
Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP DKI, Gembong Warsono mengatakan, partainya tidak bisa dengan mudah memberikan restu atas keinginan Ahok menggandeng salah satu kadernya yang kini menjabat sebagai Wakil Ahok, Djarot Saiful Hidayat.
Oleh sebab itu, PDI-P memasang persyaratan yang ketat untuk merestui Djarot mendampingi Ahok.
"Djarot ini kan pengurus DPP partai, ketika dia mau kemanapun harus seizin partai. Apakah dia direkomendasikan atau tidak DPP yang keluarkan," ujar Gembong.
Terlebih, yang menjadi permasalahan bagi Ahok saat ini adalah niatnya yang bersikeras ingin maju melalui jalur independen lewat dukungan yang tergabung dalam 'Teman Ahok'.
Gembong sendiri mengkritisi sikap Ahok tidak bisa semaunya memutuskan untuk menggandeng lagi Djarot yang memiliki posisi sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Pengkaderan di markas PDIP.
[sam]
BERITA TERKAIT: