"Itu terlihat saat tahun 2015, realisasi anggaran di awal tahun di bawah 10 persen. Padahal, siklus bencana itu terjadi di saat-saat itu. Ini harus dicari solusi dengan Kementerian Keuangan," kata Anggota Komisi VIII DPR Fikri Faqih, Rabu (2/3).
Oleh karena itu, Fikri menilai penggunaan anggaran BNPB tidak semestinya mengikuti Kementerian dan Lembaga (K/L) lain, yang baru dioptimalkan di akhir tahun.
"Kemudian sampai Agustus, anggaran BNPB masih di angka 20 persen. Lalu, naik tinggi itu ketika November dan Desember," tambah Fikri.
Sementara itu, Fikri berharap di tahun 2016 ini, BNPB dapat melakukan perbaikan kinerja, baik secara kewilayahan maupun sektoral kelembagaan. Sisi kewilayahan berarti BNPB harus bisa lebih mengurangi resiko bencana karena siklusnya yang berjalan tetap.
"Dari sisi sektoral, BNPB harus bisa kerja sama dengan kementerian lain, seperti Kementerian PU, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, hingga ke pemerintah daerah. Jadi, menyelesaikan persoalan mulai dari hulu hingga hilir," tukas Legislator PKS dari Dapil Jawa Tengah IX ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: