"Kata Walikota, masyarakat kita sekarang lebih manja. Genangan cuma 10 centimeter saja sudah lapor sama saya. Dulu sepinggang juga biasa-biasa saja. Sekarang 30 centimeter sudah disebut banjir," ujar Ahok menirukan ucapan Mangara kepada wartawan, Jumat (26/2).
Namun, Ahok menganggap positif keluhan warga. Artinya masyarakat Jakarta menganggap pemerintah daerah bisa menyelesaikan banjir yang terjadi di wilayahnya.
"Jadi bersyukur kalau ada warga melapor. Artinya kita masih dianggap ada. Kalau enggak ada yang lapor baru tahu rasa, nanti dianggap enggak ada kerja," imbuh Ahok.
Namun, kata dia, hal itu bisa juga menjadi risiko. Pejabat yang menerima keluhan warga harus siap bekerja. Terkait banjir, Ahok mengimbau seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak mengganggu drainase.
Seperti diberitakan, hujan yang turun sejak Kamis malam (25/2) hingga tadi pagi menyebabkan banyak ruas jalan di ibukota tergenang air. BPBD DKI melaporkan, wilayah Jakarta Utara paling banyak titik genangan air sebanyak 31 titik. Genangan air paling tinggi di Jalan Gaya Motor, depan Panti Sosial Kelurahan Sungai Bambu dan di Penjaringan mencapai 40-50 cm.
Di Jakarta Barat, tercatat 17 titik jalanan tergenang air. Wilayah Kebon Jeruk dan Rawabuaya merupakan wilayah yang harus dihindari para pengendara karena genangan air mencapai 30-50 cm.
Kemudian Jakarta Timur, hanya terdapat tiga titik genangan air, di Rawa Terate, Cakung, dan Pengarengan.
Di wilayah Jakarta Selatan, genangan air ditemukan di jalanan sekitar Senayan dan Grogol Utara dengan ketinggian air 20 cm. Sementara di Jakarta Pusat genangan air setinggi 10 cm terjadi di di Jalan Diponegoro, Kenari, Senen.
[dem]
BERITA TERKAIT: