Menyambut niatan promosi pariwisata yang begitu besar dari kementerian, DPR pun menyetujui kenaikan anggaran hingga empat kali lipat. Semula Rp 300 miliar, kini anggaran pariwisata yang dikelola kementerian mencapai hingga Rp 1,2 triliun. Walau tidak sebesar Malaysia yang mencapai setara Rp 3,6 triliun untuk mempromosikan "trully asia", anggaran ini dinilai cukup besar dan menandakan keseriusan pemerintah mempromosikan pariwisata.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Kresna Dewanata Phrosakh merasa perlu untuk menagih penerapan program-program pariwisata yang dijalankan Kemenpar. Pasalnya, menurut Kresna Dewa, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa namun belum dikelola serius untuk menjadi sumber pendapatan negara. Dia menyakini dengan penganggaran yang besar pada tahun ini, semestinya sudah ada langkah-langkah riil yang terasa baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat di lokasi pariwisata.
"Makanya Kemenpar harus bisa menjalankan program Wonderfull Indonesia ini dengan
all out. Lantas dibantu oleh Komisi X dalam hal pengawasan dan anggaran," kata Kresna Dewa, Rabu (24/2).
Dengan demikian banyaknya potensi objel pariwisata Indonesia, Kresna mendukung gerakan sadar wisata dilaksanakan di seluruh pelosok negeri. Dia sangat berharap Kemenpar menjadi avant garde promosi pariwisata Indonesia yang kaya akan budaya dan destinasi wisata.
"Saya sangat mendukung gerakan sadar wisata di seluruh pelosok negeri ini. Dan juga mendorong pemerintah untuk menekan destinasi-dinasti wisata artifisial, termasuk menggenjot wisata alam," tegasnya.
Kresna Dewa berharap ada sinergi antara Kemenpar, Perhutani, Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan wisata agar bersatu padu memajukan pariwisata menjadi baik lagi ke depan. Sinergi antar para pemangku kepentingan menurutnya akan mampu mempercepat pencapaian target-target promosi pariwisata Wonderful Indonesia.
"Dalam empat tahun ke depan akan terasa perbedaannya," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: