Center for Budget Analysis menilai, kenaikan ini memperlihat DPR tidak peduli pembelian pewangi sangat boros dan mubajir.
"Yang penting bagi DPR, pewangi ini sangat dibutuhkan agar aroma permainan anggaran untuk dugaan korupsi tidak diketahui oleh KPK," kata Direktur CBA Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Rabu (24/2).
Uchok mepertanyakan pengadaan pewangi ruangan DPR yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Aroma pewangi di setiap ruangan DPR, sebut dia nyinyir, hanya untuk mengelabui petugas KPK yang melakukan penggrebekan ke ruangan anggota dewan.
Dengan aroma pewangi ini, katanya, data-data korupsi bisa lenyap, dan setiap anggota DPR tidak mungkin lagi bisa ditangkap tangan oleh KPK.
"Jadi, DPR menyangka dengan belanja pewangi bermiliar-miliar rupiah bisa menutupi permainan anggaran dan anggota dewan tidak akan pernah ditangkap KPK lagi," katanya.
[dem]