"Seperti kemarin kan saya pergi dengan Presiden dan Menteri Pariwisata ke Borobudur. Di Borobudur ini akan ada badan pengelola khusus Borobudur. Nanti kita kerjasama sama mereka bagaimana mendesainnya," ujar Rudiantara, Sabtu (6/2).
Kerja sama, menurut dia, dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pariwisata, seperti kemudahan izin para wisatawan yang ingin berkunjung maupun izin-izin lainnya yang menunjang pariwisata Indonesia.
"Izin-izin kemudahan kemudian diberikan dan sebagainya. Kemarin ratas (Rapat Terbatas) dengan Presiden juga bicara Danau Toba, kan ini ada 10, jadi nanti satu satu. Kita fokus ke 10 destinasi, tapi yang baru bicara saya ada dua, Borobudur dan Danau Toba. Belum tahu yang lainnya, akhir bulan ini mau dibicarakan," sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam ratasnya menegaskan pentingnya pariwisata sebagai pendongkrak dan penggerak ekonomi nasional. Apalagi, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 10,4 juta orang. Kata dia, estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp. 144 Triliun.
Karena itu Presiden meminta Manteri Pariwisata, Arief Yahya, untuk melakukan percepatan di 10 destinasi wisata prioritas. Yakni Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuhan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Maltara).
[sam]
BERITA TERKAIT: