Presiden Jokowi Serius Kembangkan 10 Destinasi Prioritas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 02 Februari 2016, 20:50 WIB
Presiden Jokowi Serius Kembangkan 10 Destinasi Prioritas
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Joko Widodo menegaskan kembali pentingnya pariwisata sebagai pendongkrak dan penggerak ekonomi nasional. Apalagi, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 10,4 juta orang.

"Naik sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp. 144 Triliun," kata Presiden dalam pengantar rapat terbatas tentang Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba di Istana, Jakarta (Selasa, 2/2).

Hadir dalam ratas tersebut, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menpar Arief Yahya dan Menseskab Pramono Anung, Plt Gubernur Sumut dan 5 dari 7 bupati yang berada di kawasan Danau  Toba. Ratas tersebut digelar hanya berselang 4 hari dari rapat terbatas 7 menteri dan 2 gubernur yang di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jateng.

Pariwisata di Indonesia tahun 2015, lanjut Presiden, tumbuh di atas pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya 4,4 persen dan pertumbuhan pariwisata kawasan ASEAN sebesar 6 persen. "Di Tahun 2016 ini, saya minta pertumbuhan di sektor pariwisata bisa lebih dipercepat  dan kita akselerasi. Dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

Karena itu Presiden meminta Manteri Pariwisata, Arief Yahya, untuk melakukan percepatan di 10 destinasi wisata prioritas. Yakni Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuhan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Maltara).

"Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya segera bisa kita nikmati,” ujar Presiden.

Pengembangan pariwisata harus betul-betul terintegrasi mulai dari perencanaan sampai dengan pengelolaannya. Selain itu, Presiden juga menyebutkan bahwa beberapa minggu lalu telah dilakukan kunjungan ke Danau Toba oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan, Menteri PUPR Basuki, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menhub Ignasius Jonan dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Rapat di Danau Toba itu juga dihadiri oleh Gubernur Sumut dan 7 Bupati di kawasan Danau Toba.

 "Kita harapkan, segera ditindaklanjuti di lapangan dan saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan-pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas,” pinta Presiden.

Menpar Arief Yahya pun mengangguk, sebagai isyarat untuk siap "tancap gas" bersinergi dengan Kementerian, Lembaga dan Badan lain yang terkait.

"Instruksi Pak Presiden Jokowi sangat tegas, sinergi dan kolaborasi yang baik akan membantu mempercepat pengembangan 10 destinasi itu. Tujuh bupati di Toba juga sudah siap untuk mewujudkan 'Bali' baru di Sumatera Utara itu, dengan ikon Danau Toba," tambah Menpar Arief Yahya. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA