Menko Puan: Pemerintah Siapkan Langkah Terpadu Kembalikan Eks Gafatar Ke Masyarakat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 02 Februari 2016, 13:23 WIB
Menko Puan: Pemerintah Siapkan Langkah Terpadu Kembalikan Eks Gafatar Ke Masyarakat
puan maharani/net
Kecil Besar
rmol news logo . Sampai saat ini ada 5764 eks Gafatar dengan perincian yang ditampung di Jakarta sebanyak 2004 orang, di Semarnag 1752 orang, di Surabaya 727, dan di Makassar ada 281 orang.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, usai rapat koordinasi dengan beberapa menteri dan instansi terkait dalam upaya melakukan pemulangan secara terpada para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta (Selasa, 2/2).

Dalam rakor tersebut, hadir Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Susana Yembisa serta perwakilan TNI dan Polri.

"Kami berharap setelah adanya dalam rapat ini segera mereka yang ada di daerah transit itu segera dikembalikan ke wilayah asal mereka masing-masing, dan kami telah berkoordinasi dengan Pak Mendagri, seluruh pemda segera menjemput eks Gafatar ini, agar bisa kembali ke tempat asalnya dan bersosialisasi di masyarakat yang ada di kampungnya," kata Puan.

Langkah terpadu tersebut, kata Puan, agar para eks Gafatar bisa menjadi msyarakat yang memang berpikiran nasionalis, dan tentunya kembali ke yakinannya masing-masing dan sesuai ke agamanya masing-masing.

"Karena itu memang menjadi tugas dari pemerintah untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan berkaitan nilai kebangsaan dan tentu agama yang mereka anut. Dengan begitu, mereka bisa kembli berbaur menjadi msyarakat Indonesia yang berazaskan Paancasila," ungkap Puan.

Karenanya, kata Puan, pemerintah ke depan akan menindaklanjuti secara terpadu bagimana agar mereka bisa hidup bersosialisasi di kehidupm yang selayaknya. Sementara untuk anak-anak, pemerintah juga sedang berusaha mengembalikan mereka agar tetap mendapatkan pendidikan dan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.

Puan menjelaskan, mereka sampai saat ini tidak mempunyai data rapot sehingga tidak diketahui sudah di jenjang tingkat yang mana. Karena itu, Kemendikbud sedang berusaha mendapatkan satu solusi.

"Mereka itu dites dan dikembalikan ke sekolahnya tidak berdasarkan umur tapi berdasarkan kemampuan secara berfikir mereka dengan ketingkatanya, anak yang saat ini ujian yaitu kelas 6, 9, 12 itu akan diberikan kekhususan sehingga mereka bisa ujian sekolahnya, sehingga bisa masuk ke jenjang pendidikan tahap selanjutnya," jelasnya.

Sementara di Kementerian Sosial, kata Puan, juga telah melakukan pembinaan dan kemudian melengkapi kebutuhn sandang panganya. Selain itu, disiapkan juga tindaklanjut solusi membina mereka secara baik dan keagaman yang baik.

"Ibu Menteri PP dan PA juga juga telah memberikan bagimana anak-anak dan perempuan ini tidak trauma, namun kembali dengan kehidupan yang normal dan layak," ujarnya.

Kemudian, semua instansi dan kementerian terkait dengn tupoksi masing-masing juga akan bersinergi secara maksimal.

"Kami dari pemerintah akan menindaklanjuti ini dengan baik dan benar, dengan memberikan roadmap yang baik sesuai dengan tupoksi masing-masing," demikian Puan. [ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA