"Kalau kayak gitu, enggak usah takut lah. Hidup orang kan sudah dicatat mau sampai jam berapa. Berserah saja kan. Kita dapat (informasi) dari tahun lalu sudah dapat. Jadi enggak usah takut," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota, Jalarta Pusat, Rabu (20/1).
Selain itu, dia juga merasa tidak ada yang berubah dari pengamanan seperti biasanya. "Biasa-biasa saja. Lu pikir mau nyusup-nyusu," tandasnya.
Ahok menyampaikan itu saat dimintai pendapat atas pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian terkait pengakuan dari salah satu dari 12 terduga kelompok teroris yang telah ditangkap polisi. Dari pemeriksaan terungkap, terduga teroris bernama Andika mengaku salah satu target incaran dalam operasi kelompok mereka adalah pimpinan di Pemda DKI.
"Andika adalah salah satu sel Bahrun Naim di Indonesia. Dia sudah ditangkap dan dari pemeriksaan terungkap jika mereka memiliki 4 kelompok target yang akan disasar dalam aksinya," kata Kapolda dalam sebuah diskusi dengan kalangan media di Polda Metro Jaya hari ini.
Saat ditanya apakah pejabat Pemda DKI itu adalah Gubernur Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, mantan Kapolda Papua itu tersenyum dan mengangguk meski tidak menyebut nama.
Tito menambahkan berdasarkan pengakuan jaringan Bahrun Naim bernama Andika ini terungkap bahwa empat kelompok sasaran mereka adalah petinggi pemerintahan, petinggi Polri, pejabat Pemda DKI dan pejabat Mapolres Solo, Jawa Tengah.
[zul]
BERITA TERKAIT: