Apresiasi Pemerintah, Wisman Berharap Masa Bebas Visa Minimal Tiga Bulan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 01 Januari 2016, 03:30 WIB
Apresiasi Pemerintah, Wisman Berharap Masa Bebas Visa Minimal Tiga Bulan
raja ampat
Kecil Besar
rmol news logo Wisatawan mancanegara mengapresiasi kebijakan bebas visa yang diterapkan pemerintah untuk 90 negara. Namun mereka mengeluhkan, singkatnya masa bebas visa tersebut, yaitu cuma 1 bulan.

"Mungkin setidaknya kami bisa dikasih bebas visa selama tiga bulanlah," kata seorang turis asal Amerika Serikat, Willliam Miller (Kamis, 31/12).

Bagi Miller, yang sedang dalam perjalanan menyeberang dari Sorong ke Raja Ampat bersama pasangannya, Marry Jeane, masa satu bulan tidak cukup untuk menikmati banyaknya destinasi wisata yang menarik di Tanah Air.

Pasangan tersebut mengaku telah hampir tiga pekan berada di Indonesia. Mereka telah melewatkan waktu di Bali, Lombok, meninjau keajaiban Pulau Komodo, sebelum memutuskan untuk tidak melewatkan malam tahun baru di Raja Ampat.

Marry Jeane mengungkapkan perjalanan ke Raja Ampat sebenarnya bukan bagian dari agenda perjalanan pelesir mereka di Indonesia. "Kami bertemu banyak kawan saat di Bali dan mereka bilang kami akan menyesal bila datang ke Indonesia dan melewatkan Raja Ampat,” kata Marry Jeane.   

Apalagi, mereka mendengar pemberitaan soal kedatangan pendiri Google, Sergei Brin, turut menambah rasa kepenasaran mereka. "Makanya kami segera memutuskan untuk datang ke Raja Ampat,” kata Miller.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini pemerintah telah memberlakukan kebijakan bebas visa untuk 90 negara dan akan menjadi 174 negara di masa datang. Diharapkan, dengan kebijakan tersebut kedatangan turis asing akan meningkat dan menambah devisa yang sangat diperlukan negara.

Dampak kebijakan bebas visa sendiri diakui kalangan pelaku bisnis pariwisata akan memberikan dampak postif di masa depan. Direktur PT Bayu Buana, Tbk, Agustinus Pake Seko, menilai dampak kebijakan itu akan kian terasa pada tahun mendatang.

"Apalagi jika Kementerian Pariwisata mau turun tangan untuk membuat sosialisasi yang lebih masif ke negara-negara yang sudah bebas visa tersebut," kata Agustinus. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA