JENDELA DUNIA

Italia Tutup 800 Masjid

Berdalih Perangi Terorisme

Selasa, 01 Desember 2015, 09:00 WIB
Italia Tutup 800 Masjid
ilustrasi:net
rmol news logo Dengan dalih mencegah terorisme, Italia menutup 800 masjid tak resmi di Negeri Pizza itu. Hal ini dilakukan agar Italia lebih mudah mengawasi masyarakat muslim di masjid-masjid yang resmi.

Rencana ini diutarakan Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano, kemarin. Kata dia, pemerintah Italia berencana menutup mesjid bawah tanah di Italia sebagai bagian dari  perlawanan terhadap terorisme.

Menurut Alfano, Italia memiliki empat mesjid resmi dan lebih dari 800 tempat ibadah muslim yang tak berizin. Di dalamnya puluhan masjid besar dan ratusan masjid kecil seperti musalla. "Kami akan menutup tempat bawah tanah (klandestin/ rahasia) dan tempat yang tidak diatur, tidak menghambat agama tersebut tetapi dapat dilakukan di tempat yang semestinya," kata Alfano.

Dia berbicara dalam sebuah pertemuan di selatan kota Lecce dengan subyek pembicaraan soal risiko teroris dan pengaruh yang disebut garage Islam. Garage Islam yang dimaksud yakni tempat non-terdaftar tempat sekitar 1 juta Muslim tinggal di Italia. Italia saat ini memiliki 1,6 juta muslim, atau 2,6 persen dari populasi negeri itu. Kendati agama terbesar kedua terbesar di negeri itu, Islam tidak pernah diakui sebagai agama resmi.

Kuatnya penolakan masyarakat pemeluk agama mayoritas membuat Muslim di Italia membangun masjid secara sembunyi-sembunyi. Salat Jumat sering digelar di tempat terbuka yang jauh dari pusat kota. "Tidak ada tempat di dunia ini yang menikmati nol risiko dan ini telah dibuktikan oleh terorisme drastis dari tahun 2001 sampai hari ini," imbuh Alfano.

Pengetatan itu, menurut dia, wajib dilakukan. Sebab, Italia tidak mau kecolongan. Dengan hanya mengawasi masjid dan tempat ibadah yang resmi, tugas pemerintah akan lebih ringan dan fokus. "Sama sekali tidak ada niat kami untuk mengebiri hak kaum muslim untuk beribadah. Tapi, aturan harus ditegakkan," tegasnya.

Italia, terutama Roma, sudah beberapa kali disebut militan Negara Islam (IS alias ISIS) sebagai target serangan mereka sebelumnya. Amerika Serikat (AS) juga berkali-kali memperingatkan Italia tentang adanya kemungkinan serangan teror tersebut. Sebab, Italia merupakan salah satu negara yang mendukung koalisi antiteror di perbatasan Syria.

Sebelumnya, Sabtu (21/11) waktu setempat ratusan muslim menggelar unjuk rasa di Roma dan Milan untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban serangan teror kaum ekstremis. Mereka mengutuk kekerasan atas nama agama dan berteriak kami bukan musuh.

Banner-banner bertuliskan "Alquran menentang kekerasan", "Islam itu damai", dan "Solidaritas untuk korban Paris", dibawa para anggota komunitas muslim yang berkumpul di bawah hujan di sebuah lapangan di Roma di bawah penjagaan ketat polisi.  ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA