Kini, tak hanya notepad yang dibawa Hasto. Hasto juga belakangan ini terlihat suka membawa Bose Soundlink Mini Bluetooth Speaker. Alat ini merupakan sebuah speaker portable murah berukuran kecil tapi mampu mengalahkan speaker yang jauh lebih besar dari sisi detail suara yang dihasilkan.
Terkait kebiasaan baru ini, Hasto menjelaskan bahwa sesunggunya dia itu adalah seorang penikmat musik. Namun ia lupa akan musik setelah terlalu sibuk di dunia politik. Hingga akhirnya, dua bulan lalu, putera Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, memberinya saran agar hidup ini tidak terlalu kering.
"Kalimat Mas Nanan itu menginspirasi saya untuk kembali mengingat hobi lama. Mendengarkan musik. Sekarang Bose Soundlink mini ini selalu menemani kemanapun saya pergi," kata Hasto (Kamis, 25/11).
Saat ini, Hasto sedang sibuk-sibuknya keliling Indonesia karena ada agenda Pilkada serentak. Di tengah kesibukan ini, Hatso pun kembali mengingat dan mengumpulkan lagu-lagu lama kesukaannya. Dia men-download lagu itu ke telepon genggamnya.
Lagu dari berbagai genre yang dulu gemar disenandungkannya pun terkumpul; mulai dari hits Michael Jackson, Bon Jovi, Celine Dion. Termasuk lagu-lagu abadi Engelbert Humperdinck.
"Lagu-lagu Indonesia pun banyak. Lagu
Dan miliknya Sheila on Seven,
Jika-nya Melly Goeslow dan lain-lainnya. Lagu
Aku Melihat Indonesia milik Rodinda pun sering saya putar," ujarnya.
Untuk diketahui, Prananda Prabowo ikut berperan di band Rodinda, yang lirik lagunya sarat pesan kebangsaan.
"It Must Have been Love-nya Roxette sempat saya sukai. Ada kisahnya saat di Malioboro. Setiap lagu yang kita sukai tentunya ada kisahnya," sambung Hasto Hasto.
Hasto juga merupakan fans berat Michael Learns to Rock (MLTR) dan band legenda Koesplus. Dia bercerita saat masih murid SMP di Yogjakarta, dia paling menyukai lagu slowrock dari band Jerman Scorpion berjudul Still Loving You.
"Kalo dari MLTR lagu favorit saya
That’s Why You Go Away. Sebenarnya saya juga suka lagu 25 Minutes tapi nadanya sangat tinggi. Susah saya nyanyinya," kata Hasto terkekeh. Sementara lagu Koesplus yang disukainya berjudul Nusantara.
Di awal era 90-an Hasto sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Gombloh. Salah satunya lagu yang melegenda dan penuh pesan nasionalisme berjudul
Kebyar-Kebyar. Kini, Hasto pun memastikan bahwa ia mencoba mengelola partai sambil mendengarkan musik sebagai inspirasi.
"Saya antusias mengurus partai tapi saya tergugah dengan nasihat Mas Nanan agar hidup jangan kering. Saya memilih mendengarkan lagu. Mendengar lagu membuat saya menjadi energik," demikian Hasto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: