Ironis, Masyarakat Desa Alami Tren Kekurangan Bahan Pangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 06 November 2015, 00:34 WIB
Ironis, Masyarakat Desa Alami Tren Kekurangan Bahan Pangan
ilustrasi/net
rmol news logo . Saat ini pemerintah menempatkan desa sebagai subjek pembangunan. Desa akan memegang peranan strategis dalam mendukung pembangunan nasional.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar saat menghadiri diskus 'Peran Akademisi Dalam Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Kawasan Transmigrasi' di Kampus UIN Sunan Ampel, Surabaya, Kamis (5/10).

"Selama ini kondisi desa memang sangat ironis. Bisa dilihat desa sebagai kawasan produsen pangan, saat ini desa justru mengalami tren kekurangan bahan pangan. Tahun 2013 sebanyak 47.02 juta jiwa yang rawan pangan tersebar di 349 kabupaten di Indonesia yang secara tipologi masuk dalam cluster kabupaten tertinggal, terluar dan terpencil," ujar menteri asal PKB itu.

Disisi lain, kata Marwan, fenomena pergeseran atau peralihan pola konsumsi masyarakat perdesaan yang sangat cepat bahkan lebih tinggi dari perkotaan terhadap bahan-bahan yang berasal dari gandum atau tepung terigu. Hingga tahun 2014, konsumsi per kapita tepung terigu di perkotaan dan perdesaan cenderung meningkat.

"Konsumsi per kapita tepung terigu di perkotaan bertumbuh 7,10 persen, sedangkan di perdesaan bertumbuh 9,67 persen per tahun. Sementara itu, konsumsi per kapita mie instan di perkotaan bertumbuh sebesar 12,11 persen per tahun, sedangkan di perdesaan bertumbuh jauh lebih tinggi sebesar 16,99 persen per tahun," sebut dia memaparkan.

Fenomena ini, menurut Marwan dinilai sangat memprihatinkan, mengingat desa merupakan kawasan produsen pangan pokok nasional, seperti beras, jagung, ubi jalar dan lain-lain.

"Seolah-olah desa harus menanggung kebutuhan pangan masyarakat perkotaan, namun disisi lain harus memenuhi kebutuhan pokok untuk pangannya sendiri," ungkapnya dalam rilisnya.

Melihat berbagai permasalahan tersebut, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam membangun desa, Marwan mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk civitas akademik untuk mewujudkan cita-cita 'Desa Membangun Indonesia'. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA