"Dan import tekstil besar-besar dan dan barang industri juga akan terganggu karena industrialisasi nasional akan terhambat dengan kurangnya sumber daya listrik yang tersedia," kata Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat
Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 1/11).
Menurut Arief, point dan pandangan ini merupakan hasil rapat FSP BUMN Bersatu pada Sabtu kemarin (31/10), yang kemudian disebut Manifesto Politik Serikat Pekerja BUMN Bersatu.
Kata Arief, BUMN didirikan bukan hanya untuk semata mencari untung saja. BUMN didirikan untuk mensusbsidi rakyat dengan cara membuka lapangan kerja bagi rakyat. Namun tentu saja bukan pula untuk tempat bancaan.
"Contoh Di India ada satu bank BUMN India yang pekerjanya mencapai jutaan sekalipun tidak untung hanya mencapai BEP tetap di-support oleh pemerintah India. Karena budaya di Asia khususnya Indonesia, satu pekerja yang bekerja di perusahaan itu tidak hanya menanggung anak dan istrinya saja tetapi juga harus menanggung keluarga besarnya," demikian Arief.
[ysa]
BERITA TERKAIT: